KILAS INTERNASIONAL

Joe Biden Jadi Presiden AS sampai Kemunculan Jack Ma

CNN Indonesia | Kamis, 21/01/2021 06:34 WIB
Pelantikan Joe Biden dan Kamala Harris menjadi Presiden dan Wapres AS sampai Jack Ma muncul dalam video telekonferensi. Pelantikan Joe Biden dan Kamala Harris menjadi Calon Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat. (AP/Andrew Harnik)
Jakarta, CNN Indonesia --

Berbagai peristiwa menarik terjadi di berbagai belahan dunia pada Rabu (20/1) kemarin. Mulai dari pelantikan Joe Biden dan Kamala Harris menjadi Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat sampai Jack Ma muncul dalam video telekonferensi. CNNIndonesia.com merangkum sejumlah kejadian tersebut dalam kilas internasional.


1. Joe Biden-Kamala Harris Resmi Jadi Presiden dan Wapres AS

Joe Biden dan Kamala Harris resmi dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat, Rabu (20/1).

Biden, mantan Wakil Presiden AS era Barack Obama, disumpah sebagai Presiden AS ke-46 setelah mengalahkan petahana, Presiden Donald Trump, dalam pemilihan umum pada November lalu.


"Saya bersumpah dengan sungguh-sungguh bahwa saya akan setia menjalankan tugas sebagai Presiden Amerika Serikat, dan akan dengan kemampuan terbaik saya melestarikan, melindungi, dan membela Konstitusi Amerika Serikat," kata Biden saat mengucap sumpahnya sambil memegang kitab injil.

Biden memenangkan pemilu dengan raihan lebih dari 81,28 juta suara popular atau 51,3 persen. Sementara itu, Trump meraih 74,2 juta suara popular atau 46,8 persen.

Dia menjadi kandidat pertama presiden AS dalam sejarah yang berhasil meraup lebih dari 80 juta suara popular dalam pemilu.

Biden menjadi presiden tertua AS yakni berusia 78 tahun saat dilantik sebagai orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu.

[Gambas:Video CNN]


2. Diduga Hilang, Jack Ma Kini Muncul di Video Telekonferensi

Pendiri grup usaha Alibaba, Jack Ma, yang diduga hilang muncul dalam telekonferensi dengan sejumlah guru.

Dilansir Reuters yang mengutip Tianmu News, Rabu (20/1), Jack Ma terlihat dalam video telekonferensi dengan seratus guru yang mengajar di wilayah pedesaan China.

Ini menjadi kemunculan pertamanya sejak diduga hilang pada Oktober 2020.

Menurut keterangan Yayasan Jack Ma, pendiri Alibaba itu menghadiri kegiatan kelompok Inisiatif Guru Pedesaan secara daring.

Dalam rekaman video sepanjang 50 detik itu, Ma terlihat mengenakan jas berwarna biru tua dan menyampaikan sambutan melalui kamera dari ruangan berlatar tembok marmer dan karpet dengan corak garis. Belum diketahui lokasi tempat Jack Ma menyampaikan sambutan itu.

Jack Ma juga sempat menyampaikan ucapan selamat kepada para guru yang mendapat penghargaan. Dia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak hadir dalam kegiatan yang sama tahun lalu di kota pesisir Sanya.

"Kita tidak bisa berjumpa di Sanya karena epidemi. Setelah epidemi selesai, kita harus berupaya supaya semuanya bisa berangkat ke Sanya dan kita berjumpa di sana," kata Jack Ma.


3. Kim Jong-un Bui Warga Penonton Drakor & Pakai Panggilan Oppa

Korea Utara memberlakukan denda berat hingga sanksi penjara bagi siapa pun yang ketahuan menikmati konten hiburan dari Korea Selatan.

Tak hanya itu, Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un juga menerapkan sanksi serupa bagi warga Korea Utara yang meniru aksen dan istilah bahasa yang digunakan orang Korea Selatan.

Aturan itu tertuang dalam undang-undang baru yang diberlakukan akhir 2020 oleh Korea Utara.

Menurut situs berita pemantau isu Korea Utara, Daily NK, Kim Jong-un mengkritik kebiasaan umum publik Korea Selatan yang kerap menggunakan istilah oppa untuk menyebut kakak laki-laki dan dong-saeng untuk adik perempuan serta saudara laki-laki.

Dikutip Reuters, Daily NK melaporkan kritik itu langsung diutarakan Kim Jong-un melalui pernyataan tertulisnya.

Majalah Jepang, Rimjing-gang, awal bulan ini juga melaporkan bahwa undang-undang Korea Utara itu melarang warga berbicara dan menulis dengan gaya orang Korea Selatan.

Pihak berwenang Korea Utara tak segan menjatuhkan hukuman penjara di sebuah kamp hingga 15 tahun bagi mereka yang kedapatan menikmati konten media Korea Selatan.

Menurut dokumen undang-undang Korea Utara yang didapat Daily NK, siapa pun yang ketahuan mengunggah atau mendapatkan konten hiburan dari Korea Selatan akan dijatuhi hukuman seumur hidup. Sementara itu, hukuman mati bisa dijatuhkan bagi mereka yang kedapatan menyimpan sejumlah besar konten hiburan dari Amerika Serikat atau Jepang.

[Gambas:Video CNN]

(ayp/ayp/ayp)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK