Biden Pasrahkan Nasib Pemakzulan Trump ke Senat

CNN Indonesia | Kamis, 21/01/2021 11:30 WIB
Presiden AS, Joe Biden, menyerahkan sepenuhnya mekanisme sidang pemakzulan terhadap Donald Trump kepada Senat. Presiden ke-45 Amerika Serikat, Donald Trump, meninggalkan Gedung Putih beberapa jam sebelum pelantikan penggantinya, Joe Biden. (AP/Alex Brandon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menyatakan menyerahkan sepenuhnya mekanisme sidang pemakzulan terhadap Donald Trump kepada Senat.

"Beliau (Biden) akan menyerahkan mekanisme dan waktu serta hal-hal spesifik lain kepada Kongres jika memutuskan melanjutkan sidang pemakzulan," kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki, dalam jumpa pers perdana pemerintahan Biden, seperti dilansir Reuters, Kamis (21/1).

"Kami sangat yakin bahwa Senat akan menjalankan kewajiban konstitusional mereka selagi kami melanjutkan pekerjaan untuk mengurus rakyat Amerika Serikat," lanjut Psaki.


Dewan Perwakilan AS sepakat mengusulkan untuk memakzulkan Trump. Mereka menuduh Trump menyalahgunakan kewenangan dan membahayakan demokrasi karena pidatonya dinilai memicu para pendukungnya untuk menyerbu Gedung Kongres (Capitol Hill) pada 6 Januari lalu, saat mereka menggelar rapat pengesahan hasil pemilihan presiden 2020.

Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, sampai saat ini belum menyerahkan usulan pemakzulan Trump kepada Senat.

Menurut aturan, Senat harus menggelar sidang pemakzulan sehari setelah menerima usulan yang diajukan DPR.

Trump sampai saat ini menjadi satu-satunya presiden AS yang diusulkan untuk dimakzulkan. Sebelumnya dia dituduh menyalahgunakan kewenangan dengan mendesak Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, untuk mengusut perkara dugaan korupsi yang dituduhkan kepada anak Biden, Hunter Biden.

Saat itu, dari rekaman percakapan telepon hasil sadapan terungkap Trump diduga menekan Zelenskiy supaya mau melakukan hal itu, dengan ancaman akan menahan bantuan untuk militer Ukraina.

Diduga hal itu dilakukan Trump untuk mencoba menjegal lagkah Biden yang saat itu tengah melakukan kampanye bakal capres dalam konvensi Partai Demokrat.

Di sisi lain, Biden meminta kepada Senat supaya urusan pemakzulan Trump jangan sampai menghambat program kerja utamanya dalam seratus hari ke depan. Termasuk harapan supaya DPR dan Senat menyetujui sejumlah undang-undang subsidi pandemi bagi penduduk hingga mencabut sejumlah aturan imigrasi di masa pemerintahan Trump.

Jika Senat melanjutkan sidang pemakzulan terhadap Trump, maka hal ini menjadi yang pertama dilakukan terhadap mantan presiden.

(Reuters/ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK