Biden Tinjau Ulang Bantuan untuk Saudi dalam Perang Yaman

CNN Indonesia | Kamis, 21/01/2021 12:36 WIB
Pemerintahan Presiden AS, Joe Biden, akan meninjau ulang kerja sama militer Arab Saudi terkait perang Yaman. Ilustrasi kelompok pemberontak Houthi di Yaman. (AFP PHOTO / MOHAMMED HUWAIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menyatakan akan meninjau ulang kerja sama militer dengan Arab Saudi terkait perang Yaman.

Selain itu, mereka juga bakal meninjau kembali keputusan menetapkan kelompok pemberontak Houthi di Yaman sebagai kelompok teroris.

"Kelompok Houthi harus bertanggung jawab atas situasi yang terjadi di Yaman, tetapi operasi militer yang dilakukan (Arab Saudi) juga turut menjadi salah satu faktor. Maka dari itu kami harus segera menghentikan dukungan," kata calon Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, dalam rapat di hadapan Komisi Hubungan Luar Negeri Senat AS di Washington, seperti dilansir AFP, Kamis (21/1).


Pemerintahan mantan Presiden AS, Donald Trump, menetapkan Houthi sebagai kelompok teroris pada 11 Januari lalu. Selama ini Trump juga selalu mendukung Saudi untuk berperang dengan kelompok Houthi, dengan menjual beragam persenjataan.

Blinken mengatakan keputusan menetapkan Houthi masuk ke dalam daftar kelompok teroris akan mempersulit upaya perundingan damai. Bahkan, hal itu juga bisa memperburuk situasi di negara itu, dan menyulitkan masuknya arus bantuan logistik bagi rakyat sipil.

Meski begitu, lanjut Blinken, pemerintah AS tidak bisa menutup mata bahwa kelompok Houthi mengancam keamanan Saudi yang menjadi negara tetangga Yaman dan melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Selain itu, kuat dugaan kelompok Houthi menerima bantuan persenjataan dari Iran, yang merupakan musuh AS.

"Itu adalah fakta," ujar Blinken.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga memperingatkan Trump bahwa keputusan itu akan membahayakan rakyat sipil Yaman, karena mereka saat ini sangat bergantung terhadap bantuan.

Menanggapi hal itu, Houthi menyatakan akan mengambil tindakan terhadap keputusan AS.

Perang saudara antara kelompok Houthi dan pemerintah di Yaman meletup sejak 2014. Peperangan itu juga menyebabkan kelaparan dan wabah kolera.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab bersekutu untuk menggempur kelompok Houthi, walau akhirnya mereka pecah kongsi. Sebab, UEA juga mendukung kelompok pemberontak lain di selatan Yaman.

Serangan udara Arab Saudi menggunakan pesawat tempur buatan AS dilaporkan turut menewaskan warga sipil di samping kelompok pemberontak Houthi.

(AFP/ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK