Senator Republik: Pemakzulan Trump Bisa Picu Langkah Serupa

tim, CNN Indonesia | Minggu, 24/01/2021 23:35 WIB
Senat Partai Republik AS, John Cornyn memperingatkan persidangan pemakzulan kedua Donald Trump bisa mengarah pada penuntutan mantan Presiden dari Demokrat. Donald Trump kini tak lagi berkantor di Gedung Putih sebagai Presiden Amerika Serikat. (REUTERS/LEAH MILLIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Senat Partai Republik Amerika Serikat, John Cornyn memperingatkan bahwa persidangan pemakzulan kedua mantan Presiden Donald Trump dapat mengarah pada penuntutan mantan presiden Partai Demokrat, jika Republik merebut kembali majelis dalam waktu dua tahun.

"Jika mendakwa dan mengadili mantan Presiden adalah ide yang baik, bagaimana dengan mantan presiden-presiden Demokrat ketika Partai Republik mendapatkan mayoritas (suara) pada 2022? Pikirkan tentang itu dan mari lakukan yang terbaik untuk negara," cuit Senator John Cornyn di Twitter, yang ditujukan kepada Pemimpin Mayoritas Senat dari Demokrat Chuck Schumer.

Trump menjadi presiden AS pertama yang dimakzulkan dua kali setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menuduhnya menghasut kerusuhan di Gedung Kongres Capitol Hill pada (6/1) yang menewaskan lima orang.

Saat itu, Trump memberikan pidato kepada massa pendukungnya sebelum mereka merangsek masuk Gedung Capitol untuk menggagalkan peresmian kemenangan Presiden Joe Biden dalam pemilihan presiden 2020.

Melansir Reuters, Minggu (24/1), baik anggota dari kedua partai mengutuk serangan tersebut, tapi sejumlah Senat Partai Republik juga menentang persidangan Trump. Pemakzulan tersebut berpotensi menghalangi Trump kembali mencalonkan diri sebagai presiden di masa depan.

Demokrat memiliki mayoritas sempit di DPR dan Senat, dan sudah umum bagi partai presiden petahana kehilangan kursi dalam pemilihan umum paruh waktu (mid-term elections) dua tahun setelah pilpres.

Pemimpin Minoritas Senat Republik Mitch McConell mengatakan kerusuhan tersebut "diprovokasi" oleh Trump. Tapi Senat Republik lainnya mengklaim bahwa mengadili Trump saat ia sudah tidak menjabat akan menjadi tidak konstitusional dan semakin memecah belah negara.


Selain itu, juga timbul kekhawatiran bahwa sidang pemakzulan dapat mengalihkan perhatian publik dari agenda legislatif Biden.

Sementara itu, Schumer pada Jumat pekan ini mencuit di Twitter bahwa Senat akan mengonfirmasi Kabinet Biden, memberlakukan paket bantuan baru Covid-19, dan melakukan uji coba pemakzulan Trump.

Sebelumnya Senat sempat menunda sidang pemakzulan Trump selama dua pekan. Ini dilakukan agar mereka lebih fokus ke agenda kebijakan Presiden Joe Biden dan kabinet barunya.

Schumer menyatakan sidang pemakzulan Trump akan dimulai lagi pada 8 Februari 2021.Menurutnya, penundaan ini juga agar DPR AS memiliki waktu menyiapkan sidang.

"Selama periode itu, Senat akan terus melakukan urusan lain untuk rakyat Amerika, seperti melihat nominasi (calon) kabinet dan RUU Bantuan Covid-19 yang akan memberikan bantuan bagi jutaan orang Amerika yang menderita selama pandemi ini," ungkap Schumer seperti dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, McConnell meminta penundaan kepada pimpinan Demokrat di kongres agar bisa mempersiapkan diri, sehingga ia ingin sidang dimulai pada 9 Februari 2021.

Menurut jadwal sementara, tim Trump akan mengajukan jawaban atas tuduhan pemakzulan pada 2 Februari, lalu ditanggapi pada 8 Februari 2021.

(ans/chs)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK