Korut Uji Vaksin Corona Buatan Dalam Negeri

CNN Indonesia | Rabu, 27/01/2021 20:05 WIB
Pemerintah Korea Utara mulai melakukan uji klinis tahap tiga vaksin corona buatan dalam negeri. Ilustrasi demonstrasi menentang Amerika Serikat oleh penduduk Korea Utara di masa pandemi virus corona. (AP/Jon Chol Jin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Korea Utara (Korut) mulai melakukan uji klinis tahap tiga vaksin corona buatan dalam negeri.

Dilansir Daily NK, Rabu (26/1), diduga Korut mendapatkan informasi dan formula pembuatan vaksin itu dengan melakukan peretasan.

Menurut sumber Daily NK, Korut sudah selesai melakukan uji klinis tahap 1 dan 2 vaksin corona buatan dalam negeri. Saat mereka tengah menguji vaksin itu kepada sejumlah pasien yang diduga terinfeksi Covid-19.


Meski sampai saat Korut mengklaim tidak ada kasus virus corona, pemerintah setempat dilaporkan melakukan uji klinis kandidat vaksin itu kepada pasien yang mengalami gejala mirip dengan Covid-19.

Sumber itu mengatakan vaksin itu diteliti oleh Pusat Penelitian Industri Biologi di Universitas Kim Il Sung.

Dari keterangan yang dihimpun, Korut memperoleh informasi tentang formula dan teknologi pembuatan vaksin dari meretas, yang dilakukan oleh sebuah lembaga baru yang dijuluki Biro 325.

Dari paparan sumber, Biro 325 berada di bawah kendali Biro Pengawasan Umum yang mendapat perintah langsung dari Komite Sentral Partai Buruh Korea Utara.

Hasil peretasan yang dilakukan kelompok itu dilaporkan langsung kepada Kim Yo-jong yang merupakan adik Pemimpin Tertinggi Korut, Kim Jong-un, serta Sekretaris Jenderal Partai Buruh Korut, Jo Yong-won.

Menurut Kepala Pusat Tanggap Darurat ESTsecurity, Mun Chong-hyun, salah satu pihak yang menjadi target peretasan Korut adalah perusahaan farmasi Korea Selatan dan dunia. Menurut Mun, aksi itu diketahui terjadi sejak Oktober 2020.

"Karena sifat mendasar peretasan, sulit melacak data apa saja yang dicuri Korut, tetapi ada kemungkinan sejumlah data (riset vaksin corona) diambil," ujar Mun.

Akan tetapi, sampai saat ini Korut belum mempunyai kapasitas untuk memproduksi vaksin secara mandiri. Apalagi soal penyimpanan yang harus memenuhi persyaratan supaya vaksin itu tidak mudah rusak.

(Daily NK/ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK