Kamboja Mulai Vaksinasi Corona, Anak PM Disuntik Pertama

cnn, CNN Indonesia | Kamis, 11/02/2021 03:10 WIB
Kamboja memulai program vaksinasi corona hari ini, Rabu (10/2). Anak PM Hun Sen dan sejumlah menteri kabinet menjadi orang pertama yang disuntik vaksin. Kamboja mulai menyuntikkan vaksin corona buatan Sinopharm hari ini, Rabu (10/2). (Foto: REUTERS/MARKO DJURICA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kamboja memulai program inokulasi vaksin corona pada Rabu (10/2). Sejumlah menteri kabinet dan anak-anak Perdana Menteri Hun Sen masuk dalam daftar orang yang pertama disuntikkan vaksin sumbangan dari China.

"Saya merasa lebih percaya diri bahwa saya memiliki sistem pertahanan terhadap Covid di tubuh saya," kata Hun Manet, putra tertua PM Hun Sen usai disuntik vaksin di RS Calmette di ibu kota Phnom Penh.

Selain Hun Sen, menteri kehakiman dan lingkungan, serta wakil komandan Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja masuk dalam daftar penerima suntikan dosis vaksin corona.


Dokter menyarankan agar para penerima dosis pertama vaksin untuk tidak mengonsumsi makan laut dan meminum minuman beralkohol.

"Kami khawatir akan menulari anggota keluarga dengan virus tersebut, sekarang sudah ada vaksin sebagai tembok pertahanan. Vaksin adalah solusi pertahanan terbaik bagi kami, untuk keluarga dan komunitas," kata Menteri Kehakiman Keut Rith usai diinjeksi.

Hun Sen semula masuk dalam daftar penerima suntikan dosis pertama, namun ia yang kini berusia 68 tahun sudah melampaui batas maksimal penerima vaksin buatan Sinopharm.

Kamboja telah menerima kiriman 600 ribu dosis vaksin Sinopharm sumbangan dari China. Pengiriman tahap pertama telah dilakukan pada Minggu (7/2) lalu ke Phnom Penh.

Sebagian besar vaksin tahap pertama ditujukan bagi tenaga medis dan aparat militer.

Beijing menjanjikan akan mengirim tambahan 1 juta dosis vaksin. Kamboja merupakan sekutu penting China dalam beberapa tahun terakhir.

Kamboja hingga saat ini terhitung berhasil menangani penyebaran virus corona dengan total 478 kasus dan tidak ada kematian.

(evn/evn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK