Massa Demo Parlemen usai Mosi Tak Percaya PM Thailand Gagal

CNN Indonesia | Minggu, 21/02/2021 00:46 WIB
Lebih dari seribu massa berkumpul di luar gedung parlemen di Bangkok usai mosi tidak percaya terhadap PM Thailand gagal pada Sabt (20/2). Ilustrasi aksi massa di Bangkok, Thailand. (AP/Sakchai Lalit)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lebih dari seribu massa pengunjuk rasa berkumpul di luar gedung Parlemen Thailand, Bangkok, Sabtu (20/2).

Mereka berkumpul di titik persimpangan Kiak Kai, Bangkok, setelah parlemen menyepakati untuk tak melanjutkan tuntutan mosi tidak percaya terhadap Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha bersama sembilan menteri lainnnya.


Sebelumnya, Prayuth diajukan mosi tidak percaya terkait penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi di negara gajah putih tersebut.

"Ini mengecewakan, tetapi sudah diperkirakan sebelumnya," ujar pemimpin demonstran, Attapon Buapat seperti dikutip dari Reuters.

Para demonstran menyatakan dalam aksinya tersebut mereka menjamin tak akan berbuah jadi kerusuhan.

"Kami ingin demonstrasi yang damai," kata salah satu pemimpin demonstran, Panusaya "Rung" Sithijirawattanakul, usai bernegosiasi dngan polisi.

"Tak ada alasan bagi polisi untuk membubarkan demonstrasi," kata dia.

Sementara itu, dari kepolisian Thailand menerjunkan sekitar 4.000 pasukan untuk menjaga demonstrasi tersebut. Selain itu, barikade kawat berduri hingga kontainer pun telah dipasang untuk mengadang para demonstran.

Deputi humas kepolisian Thailand Kissana Pattanacharoen mengatakan demonstrasi melanggar dekrit darurat untuk mengontrol pandemi Covid-19. Oleh karena itu, pihaknya meminta demonstran membubarkan diri.

"Tugas polisi adalah menjaga keteraturan," kata dia.

Sejauh ini, hingga berita ini ditulis, bahkan mengutip dari media massa Thailand seperti Bangkok Post dan The Nation, belum ada upaya pembubaran demonstran yang dilakukan polisi.

Sementara itu Prayuth, usai berhasil lolos dari Mosi Tidak Percaya yang jadi polemik selama empat hari terakhir mengatakan, "Perdebatan telah berjalan dengan baik, namun pemerintah harus melanjutkan tugasnya."

Dalam sebuah podcast yang disiarkan usai keputusan parlemen diumumkan, Prayuth melanjutkan, "Saya meminta seluruh rakyat Thailand untuk bekerja bersama membawa kemajuan bagi negeri ini."

(Reuters/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK