2 Kapal Perang AS Jadi Klaster Baru Corona, Awak Diisolasi

CNN Indonesia | Jumat, 26/02/2021 15:34 WIB
Klaster Covid-19 kembali merebak di dua kapal perang AL Amerika Serikat di perairan Timur Tengah. Ilustrasi kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat. (iStockphoto/jtyler)
Jakarta, CNN Indonesia --

Klaster virus corona (Covid-19) kembali merebak di dua kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat yang sedang berada di perairan kawasan Timur Tengah.

Dilansir Associated Press, Jumat (26/2), sejumlah awak kapal angkut amfibi, USS San Diego, positif virus corona.

Menurut juru bicara Armada ke-5 Angkatan Laut AS, Laksamana Pertama Rebecca Rebarich, kapal USS San Diego tengah berlabuh pangkalan AS di Bahrain. Kapal itu mengangkut 600 awak terdiri dari pelaut dan marinir.


"Para prajurit yang positif sudah diisolasi di atas kapal, dan kami tetap melarang seluruh awak di kapal itu turun ke pelabuhan untuk sementara," kata Rebecca.

Rebecca mengatakan Kementerian Kesehatan Bahrain akan membantu merawat para prajurit AS di kapal itu dengan mengirim tenaga medis.

Klaster Covid-19 juga terjadi di kapal jelajah pandu rudal USS Philippine Sea yang mengangkut 380 pelaut. Kapal itu saat ini tengah berlayar menuju Bahrain.

Menurut Rebecca, saat ini beberapa awak yang menampakkan gejala tengah diisolasi dan dikarantina.

Klaster corona juga terjadi di kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Theodore Roosevelt. Sebanyak tiga awak positif terinfeksi virus corona.

Kurang dari setahun lalu wabah Covid-19 juga merebak di kapal induk itu dan menjangkiti sekitar seribu pelaut.

Pada tahun lalu tercatat ada lebih dari seribu awak kapal induk USS Theodore Roosevelt positif terinfeksi virus corona. Satu pelaut di antaranya meninggal.

Kapal induk itu terpaksa berlabuh di pangkalan Angkatan Laut AS di Guam selama dua bulan hingga seluruh awak dinyatakan sembuh dan pulang ke pangkalan AL AS di Pantai Barat.

Armada ke-5 AL AS bertugas melaksanakan patroli dan operasi laut di kawasan Timur Tengah. Mereka kerap berpapasan dengan kapal AL Iran di Selat Hormuz.

Selat Hormuz adalah salah satu jalur urat nadi perdagangan minyak bumi di dunia.

(ayp/ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK