KILAS INTERNASIONAL

Demo Myanmar Telan Korban Lagi hingga Sikap Biden soal Saudi

CNN Indonesia | Senin, 01/03/2021 06:53 WIB
Korban tewas demo antikudeta di Myanmar terus bertambah sampai sikap As kepada Arab Saudi soal laporan kematian Jamal Khashoggi. Anggota Kepolisian Myanmar menangkap para pengunjuk rasa yang menentang kudeta. (AFP/YE AUNG THU)
Jakarta, CNN Indonesia --

Berbagai peristiwa menarik terjadi di berbagai belahan dunia pada Minggu (28/2) kemarin. Mulai dari korban tewas demo antikudeta di Myanmar terus bertambah sampai sikap Amerika Serikat kepada Arab Saudi soal laporan kematian Jamal Khashoggi. CNNIndonesia.com merangkum sejumlah kejadian tersebut dalam kilas internasional.


1. Korban Tewas Demo di Myanmar Terus Naik

Sebanyak enam orang tewas saat anggota Kepolisian Myanmar bentrok dengan peserta demonstrasi menolak kudeta di Myanmar pada Minggu (28/2) kemarin.

Sejumlah korban tewas mengalami luka tembak dalam bentrokan itu. Kondisi ini membuat situasi di Myanmar semakin mencekam karena gelombang unjuk rasa menentang junta militer terus terjadi.


Aksi demo terus terjadi sepanjang akhir pekan lalu, baik di kota-kota besar ataupun kecil.

Sejumlah awak media setempat yang tengah meliput aksi unjuk rasa dilaporkan turut ditahan aparat.

[Gambas:Video CNN]


2. Kecam Kudeta, Utusan Myanmar untuk PBB Dipecat Junta Militer

Junta militer Myanmar memecat duta besar untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kyaw Moe Tan, karena ikut mengecam kudeta dan mendukung aksi unjuk rasa.

Menurut siaran stasiun televisi pemerintah Myanmar, MRTV, Kyaw dipecat karena dinilai membangkang dan berkhianat kepada negara.

Sampai saat ini dilaporkan lebih dari 770 orang ditangkap usai kudeta dan dalam aksi unjuk rasa.

Penangkapan pun dilakukan terhadap pekerja media. Awak media yang ditahan di antaranya dari Associated Press, Myanmar Now, Myanmar Pressphoto Agency, Monywa Gazette dan Hakha Times.


3. Biden Bakal Ungkap Kebijakan Diplomatik ke Saudi usai Laporan Khashoggi


Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menyatakan pihaknya akan menyatakan sikap terkait hubungan diplomatik dengan Arab Saudi pada hari ini, Senin (1/3). Langkah ini diambil menyusul laporan intelijen AS yang menyatakan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), menyetujui pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Akan tetapi, menurut sumber Biden tidak bakal melakukan perubahan drastis dalam kebijakan luar negeri dengan Saudi setelah laporan itu muncul.

Mendiang Khashoggi merupakan seorang kolumnis surat kabar The Washington Post yang kerap mengkritik Mohammed bin Salman. Ia dinyatakan tewas dibunuh di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada Oktober 2018 setelah sempat dinyatakan hilang.

Meski sempat membantah, Saudi akhirnya mengakui Khashoggi tewas di dalam gedung konsulatnya. Namun, mereka berkeras bahwa kerajaan tak terlibat pembunuhan jurnalis itu.

Mereka menegaskan pembunuhan itu dilakukan oleh pejabat Saudi tanpa diketahui siapapun.

[Gambas:Video CNN]

(ayp/ayp/ayp)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK