Efikasi Rendah, Vaksin AstraZeneca Tak Diminati di Prancis

CNN Indonesia | Kamis, 04/03/2021 14:47 WIB
Jerman dan Prancis tengah berada di bawah tekanan untuk segera menghabiskan dosis vaksin corona buatan Astrazeneca, demi menghindari kedaluwarsa. Produksi vaksin AstraZeneca. (Foto: AP/Rafiq Maqbool)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jerman dan Prancis tengah berada di bawah tekanan untuk segera menghabiskan dosis vaksin virus corona (Covid-19) AstraZeneca yang masih banyak tersisa, demi menghindari penumpukan vaksin dan kedaluwarsa.

Seorang pejabat Kementerian Kesehatan Prancis mengatakan tingkat pemanfaatan vaksin AstraZeneca sejauh ini hanya mencapai 24 persen, jauh di bawah target awal pada 80-85 persen.

Sementara itu di Jerman, sebanyak dua pertiga dari total 1,4 juta dosis vaksin AstraZeneca juga masih tersimpan di gudang.


Dikutip The Guardian, menurut laporan anekdot yang beredar, sebagian besar publik di Jerman dan Prancis lebih memilih menggunakan vaksin buatan BioNTech yang memiliki tingkat efikasi lebih tinggi dari AstraZeneca.

Sebagai contoh, pejabat Jerman menuturkan, di wilayah barat Kota Duisburg, sekitar 50-70 persen warga yang telah terdaftar untuk vaksinasi tidak hadir atau membatalkan rencana inokulasi mereka dengan vaksin AstraZeneca.

Selain itu, pemerintah Jerman juga tidak menganjurkan lagi penggunaan vaksin AstraZecea bagi warga di atas 65 tahun.

Beberapa kota di Jerman bahkan mulai menguji coba cara-cara kreatif untuk menghabiskan stok vaksin AstraZeneca yang tersisa dengan salah satunya mengajak orang-orang yang ingin sukarela disuntik vaksin tersebut.

Namun, di sisi lain, beberapa pihak mengatakan masalah logistik cenderung lebih berpengaruh pada minimnya penggunaan vaksin AstraZeneca.

Sebab, berbeda dengan di Duisburg, pihak berwenang mengatakan mereka hampir tidak menemukan kasus penolakan atau pembatalan soal penyuntikan vaksin AstraZeneca.

"Kami berharap vaksin AstraZeneca menjadi salah satu pendorong utama program vaksin kami karena persyaratan penyimpanannya yang sederhana berarti kami dapat memberikannya sebelum vaksin BioNTech atau Moderna," katajuru bicara Kementerian Kesehatan Hamburg, Martin Helfrich.

Sementara itu di Prancis, sentimen warga yang ragu menggunakan vaksin AstraZeneca juga tak sedikit diakibatkan banyak dokter dan petugas medis yang tidak merekomendasikan suntikan dengan vaksin tersebut, salah satunya karena efek sampingnya.

(rds/evn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK