KILAS INTERNASIONAL

WNI Diminta Pergi dari Myanmar sampai 3 Polisi Myanmar Kabur

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 05/03/2021 07:10 WIB
Sejumlah peristiwa dirangkum dalam kilas internasional, mulai dari WNI diminta pergi dari Myanmar hingga tiga polisi Myanmar kabur ke India. Gelombang demonstrasi di Myanmar telah menelan puluhan korban jiwa. (Foto: AFP/STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah peristiwa terjadi pada Kamis (4/3) yang dirangkum dalam kilas internasional. Mulai dari pemerintah Indonesia dan Singapura yang meminta warganya tinggalkan Myanmar hingga tiga polisi Myanmar kabur ke India.

1. Dubes RI Minta WNI Segera Pergi dari Myanmar

Warga Indonesia di Myanmar diminta untuk segera meninggalkan negara itu menyusul memburuknya situasi keamanan pasca kudeta militer.

Kekerasan antara pengunjuk rasa anti-kudeta dan aparat keamanan terus meningkat. Korban sipil terus berjatuhan.


Duta Besar Indonesia untuk Myanmar Iza Fadri mengatakan WNI yang tidak punya kepentingan dan kegiatan agar pergi dari Myanmar.

"Kita sampaikan agar WNI yang tidak punya kepentingan dan kegiatan agar meninggalkan Myanmar," kata Iza dalam pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (4/3).

Sebelumnya Iza juga telah menjelaskan bahwa pihak kedutaan akan mengupayakan fasilitas pesawat bagi WNI yang berencana pulang ke Indonesia.

2. Sebulan Kudeta Militer, Tiga Polisi Myanmar Kabur ke India

Tiga polisi Myanmar diketahui melarikan diri ke negara bagian Mizoram, Indiapada Kamis (4/4) untuk mencari perlindungan diri.

Pengawas polisi distrik Serchhip Mizoram, Stephem Lalrinawma mengatakan ketiga pria polisi itu menyeberangi perbatasan negara pada Rabu (3/3) sore.

"Apa yang mereka katakan adalah mereka mendapat instruksi dari militer, tetapi mereka tidak bersedia mematuhinya sehingga mereka memilih melarikan diri," kata Lalrinawma kepada Reuters.

Daerah perbatasan darat antara India dan Myanmar terbentang sepanjang 1.643 kilometer.

3. Singapura Minta Warganya Segera Tinggalkan Myanmar

Pemerintah Singapura meminta warganya yang berada di Myanmar untuk segera meninggalkan negara itu menyusul situasi kian mengkhawatirkan pasca kudeta militer.

Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) meminta warganya segera meninggalkan Myanmar karena meningkatnya kekerasan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan. Korban sipil terus berjatuhan. Hingga kini lebih dari 50 orang tewas dalam unjuk rasa menolak kudeta.

"Warga Singapura di Myanmar harus mempertimbangkan pergi sesegera mungkin, dengan cara komersial sementara masih mungkin dilakukan," kata Kemlu Singapura, Kamis (4/3) seperti dikutip dari Reuters.

Warga Singapura juga diminta untuk tidak melakukan perjalanan ke Myanmar.

(evn/evn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK