Guru Agama Sekolah Inggris Nekat Pajang Kartun Nabi Muhammad

CNN Indonesia | Jumat, 26/03/2021 14:38 WIB
Sebuah sekolah di Yorkshire, Inggris, didemo orang tua murid akibat seorang guru agama memperlihatkan kartun Nabi Muhammad S.A.W., di kelas. Ilustrasi tabloid satire Prancis, Charlie Hebdo, yang pernah menerbitkan kartun Nabi Muhammad. S.A.W. (AFP/JOHN MACDOUGALL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah sekolah di Yorkshire, Inggris, didemo orang tua murid akibat ada seorang guru agama yang memperlihatkan kartun Nabi Muhammad S.A.W., dalam proses belajar tatap muka di kelas.

Kartun itu diambil dari tabloid satire Prancis, Charlie Hebdo.

Dilansir Arab News, Jumat (26/3), para orang tua murid yang Muslim mengetahui hal itu dari laporan anak-anak mereka. Mereka lantas menggalang dukungan melalui media sosial untuk menggelar unjuk rasa.


Demo itu digelar di depan gerbang sekolah Batley Grammar pada Kamis (25/3) pagi waktu setempat. Alhasil, kegiatan belajar mengajar di sekolah terpaksa molor hingga pukul 10.00 waktu setempat.

Meski aksi unjuk rasa berlangsung damai, tetapi sejumlah anggota polisi dikerahkan berjaga di depan sekolah.

Melalui surel, Kepala Sekolah Batley Grammar, Gary Kibble, menyampaikan permintaan maaf kepada para orang tua murid yang tersinggung dengan cara mengajar guru agama di sekolah itu.

"Kami sebagai pengelola menyelidiki kasus ini secara formal dan sangat berterima kasih atas dukungan aparat setempat," demikian isi surel Kibble.

Pernyataan maaf itu juga dibacakan aparat kepolisian di hadapan massa pengunjuk rasa.

Menurut laporan surat kabar setempat, Examiner, sang guru agama yang memperlihatkan kartun Nabi Muhammad S.A.W., itu diskors sementara. Namun, pihak sekolah belum membenarkan perihal laporan itu.

Kibble juga berjanji akan menghapus seluruh bahan ajar yang dinilai berpotensi menghina atau melecehkan figur yang disucikan agama tertentu.

Tokoh Muslim setempat, Muhammad Amin Pandor, menyatakan tidak bisa menerima kekeliruan itu.

"Kami meminta investigasi mandiri dan juga melibatkan beberapa orang dari masyarakat Muslim sebagai anggota. Itu yang kami minta. Kalau mereka tidak mau, kami akan memaksa. Kami akan bekerja sama dengan sekolah supaya hal seperti ini tidak terulang lagi di masa mendatang," kata Amin.

Sejumlah orang tua murid bahkan meminta guru agama itu dipecat.

Beberapa waktu lalu, seorang guru di Prancis, Samuel Paty, tewas dipenggal oleh remaja Muslim imigran asal Chechnya karena dituduh memperlihatkan kartun Nabi Muhammad S.A.W., di dalam kelas. Namun, belakangan terkuak ternyata kejadian itu dipicu oleh kabar bohong yang disebarkan oleh seorang murid yang berselisih dengan Paty.

Pada 2015 silam, dua orang yang mengklaim pengikut organisasi teroris Al-Qaidah menyerang kantor majalah Charlie Hebdo, akibat penerbitan kartun Nabi Muhammad S.A.W. Dalam kejadian itu 12 orang meninggal, termasuk kartunis dan dua orang polisi.

Sebelum serangan itu, kantor Charlie Hebdo sempat diserang bom molotov yang diduga kuat terkait dengan penerbitan kartun itu.

Kartun itu diterbitkan majalah Charlie Hebdo pada 2012.

(ayp/ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK