Deretan Negara Setop Vaksin AstraZeneca untuk Non-Lansia

CNN Indonesia | Sabtu, 03/04/2021 13:55 WIB
Sederet negara menghentikan sementara penggunaan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca bagi warga non-lansia setelah beragam kasus pembekuan darah. Ilustrasi. (Reuters/Dado Ruvic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sederet negara menghentikan sementara penggunaan vaksin Covid-19 buatan perusahaan farmasi asal Inggris, AstraZeneca, bagi warga non-lansia setelah beragam kasus pembekuan darah.

Meski beberapa negara sudah mulai menggunakan kembali vaksin AstraZeneca, sejumlah pihak lainnya masih menyetop pemakaian, khususnya untuk warga di bawah usia lansia.

Berikut deretan negara yang menghentikan penggunaan AstraZeneca bagi warga dengan usia di bawah 60 tahun.


Jerman

Komisi vaksin Jerman, STIKO, merekomendasikan untuk menghentikan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca bagi warga di bawah 60 tahun.

Keputusan ini diambil menyusul peningkatan laporan terkait penggumpalan darah pada kelompok muda yang telah divaksin.

Dilansir AFP, keputusan diambil "berdasarkan data yang tersedia saat ini terkait efek samping thromboembolic yang jarang terjadi tetapi sangat parah" bagi kelompok muda.

STIKO berniat membuat rekomendasi baru pada akhir April terkait penanganan bagi warga di bawah 60 tahun yang telah menerima suntikan dosis pertama.

Rekomendasi penghentian penggunaan vaksin AstraZeneca telah diterapkan di Berlin dan Munich melalui pengumuman yang disampaikan pada Selasa (30/3) waktu setempat.

"Kami secara provinsi menghentikan vaksinasi menggunakan AstraZeneca bagi warga di bawah 60 tahun," ujar Menteri Kesehatan Dilek Kalayci yang juga menyinggung soal "data baru terkait efek samping."

Kalayci mengungkapkan langkah itu merupakan upaya antisipasi. Namun hingga kini, tidak ada kasus efek samping serius yang terjadi di Berlin.

Belanda

Belanda menghentikan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca untuk warga berusia di bawah 60 tahun mulai Jumat (2/4). Keputusan diambil setelah muncul laporan terbaru yang mengindikasikan vaksin menjadi penyebab penggumpalan darah yang jarang terjadi.

Berdasarkan laporan tersebut, tercatat lima kasus baru di Belanda yang berdampak pada penggumpalan perempuan berusia antara 25 dan 65 tahun, salah satunya meninggal.

"Bijaksana untuk menekan tombol jeda sekarang sebagai tindakan pencegahan," kata Menteri Kesehatan Hugo de Jonge dalam sebuah pernyataan.

De Jonge menerangkan bahwa penangguhan suntikan AstraZeneca akan berlangsung hingga 7 April, ketika European Medicines Agency (EMA) diharapkan mengeluarkan rekomendasi baru tentang masalah tersebut.

Kanada

Komite imunisasi dan kesehatan Kanada menyarankan pemerintah setempat untuk menghentikan sementara suntikan vaksin corona AstraZeneca bagi warga berusia di bawah 55 tahun pada Senin (29/3).

Provinsi Manitoba dan Quebec merupakan kawasan pertama yang akan mengindahkan arahan dari Komite Penasihat Imunisasi dan Kesehatan Nasional (NACI) tersebut.

Hal itu dilakukan berdasarkan pada aspek keselamatan menyusul laporan penggumpalan darah yang jarang terjadi pada beberapa pasien yang divaksin di luar negeri.

[Gambas:Video CNN]

Swedia

Swedia berencana melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca meski dibatasi hanya untuk warga usia 65 tahun ke atas.

Sementara itu, negara Nordik tersebut akan tetap menunda penggunaan vaksin AstraZeneca untuk usia non-lansia menyusul laporan kasus pembekuan darah yang mayoritas terjadi pada warga di bawah 65 tahun.

Berdasarkan hasil uji coba fase III di Amerika Serikat, vaksin AstraZeneca diklaim 79 persen efektif pada lansia dan tidak meningkatkan risiko pembekuan darah. Uji coba itu melibatkan 32.449 peserta, dengan dua pertiganya menerima suntikan vaksin AstraZeneca.

(rds/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK