Utusan PBB Belum Diberi Izin Masuk Myanmar oleh Militer

CNN Indonesia | Jumat, 09/04/2021 02:20 WIB
Utusan PBB untuk Myanmar belum diberi izin masuk negara itu jelang kedatangannya ke Asia dalam beberapa hari ke depan. Myanmar. Utusan PBB untuk Myanmar belum diberi izin masuk negara itu jelang kedatangannya ke Asia dalam beberapa hari ke depan. (AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Utusan PBB untuk Myanmar akan mulai perjalanan tur dinas ke Asia dalam beberapa hari ke depan, namun ia belum diberi izin masuk negara yang sedang kisruh itu oleh pihak militer yang mengkudeta pemerintahan.

Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan, Christine Schraner Burgener akan mulai perjalanannya di Thailand dan juga mengunjungi China.

Dujarric mengatakan junta militer di Myanmar belum juga memberikan Burgener "lampu hijau" untuk mengunjungi negara yang sedang kacau tersebut.


"Dia [Burgener], tentu, siap untuk melanjutkan dialog dengan militer untuk berkontribusi pada kembalinya jalur demokrasi, perdamaian, dan stabilitas Myanmar," kata Dujarric.

Ia mengatakan Burgener terus melakukan kontak tertulis dengan para jenderal Myanmar. Namun ia mengatakan belum ada percakapan telepon selama berminggu-minggu.

Dujarric menyebut, tujuan dari proses ini adalah melanjutkan diskusi "tatap muka".

"Dia [Burgener] siap mengunjungi Myanmar kapan pun," kata Dujarric yang juga menyinggung dengan dukungan dari Dewan Keamanan, Burgener ingin bertemu dengan para pemimpin sipil yang ditahan, termasuk Presiden Wint Myint dan Aung San Suu Kyi.

Dujarric menyebut utusan PBB itu akan memulai tur di Bangkok dan bertemu dengan pemerintah Thailand, pejabat PBB di wilayah itu, dan duta besar terakreditasi untuk Myanmar.

Ia juga menyebut diskusi sedang berlangsung untuk kunjungan ke negara-negara anggota ASEAN.

"Seperti yang sudah ia soroti berulang kali, tanggapan internasional yang kuat terhadap krisis yang berlangsung di Myanmar membutuhkan upaya regional yang terpadu dengan melibatkan negara-negara tetangga yang bisa meningkatkan pengaruh atas stabilitas," kata Dujarric.

Menurut para diplomat di PBB, negara-negara ASEAN kerap memiliki pandangan yang berbeda terkait Myanmar.

"Di satu sisi, ada Thailand, Laos, dan Kamboja, yang berada dalam mode 'mundur, tak ada yang bisa dilakukan, itu masalah politik internal mereka'," kata satu diplomat.

"Sementara di sisi lain, ada Singapura, Malaysia, atau Indonesia, yang lebih terbuka terhadap peran ASEAN yang lebih aktif berusaha mencari solusi atas krisis ini," lanjutnya.

Sementara itu, pertemuan tingkat tinggi ASEAN di Myanmar dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan ini.

Dewan Keamanan PBB dijadwalkan bertemu secara informal pada Jumat (9/4) atas prakarsa Inggris untuk mendengar, antara lain Daw Zin Mar Aung, anggota sipil terpilih parlemen Myanmar, dan akademisi Sai Sam Kham.

(AFP/end)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK