Duterte Bersedia Relakan Vaksin Covid-19 Jatahnya untuk Warga

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 04:43 WIB
Presiden Rodrigo Duterte menyatakan bahwa ia bersedia merelakan jatah dosis vaksin Covid-19 untuknya kepada warga yang masih dalam usia produktif. Presiden Rodrigo Duterte menyatakan bahwa ia bersedia merelakan jatah dosis vaksin Covid-19 untuknya kepada warga yang masih dalam usia produktif. (AFP/Noel Celis)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Rodrigo Duterte menyatakan bahwa ia bersedia merelakan jatah dosis vaksin Covid-19 untuknya kepada warga Filipina yang masih dalam usia produktif.

"Saya akan merelakannya. Siapa pun yang ingin jatah saya, saya akan memberikannya," ujar presiden berusia 76 tahun itu, seperti dikutip AFP, Senin (12/4).

Ia kemudian berkata, "Mari prioritaskan mereka, yang setelah divaksin, masih punya kesempatan hidup produktif. Kebanyakan warga berusia lanjut sudah tidak seproduktif itu."


Namun, tak lama setelah itu, juru bicara Duterte, Harry Roque, menyatakan bahwa ia berharap presiden berubah pikiran.

"Pasokan [vaksin] terbatas. Ketika pasokan datang, mungkin itu saatnya ia divaksinasi," ujar Roque.

Keengganan menerima vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu masalah besar di Filipina. Berdasarkan survei terbaru, sekitar 60 persen warga tak mau divaksin.

[Gambas:Video CNN]

Duterte sendiri kerap membuat pernyataan membingungkan terkait vaksin Covid-19. Roque pun acap kali dibuat repot karena harus memberikan klarifikasi lanjutan.

Sebelumnya, Duterte juga menarik perhatian karena menyatakan bahwa ia akan menerima suntikan vaksin Covid-19 secara diam-diam. Namun setelah itu, ia menyatakan kesiapan untuk divaksin di hadapan publik.

Tahun lalu, Duterte juga sempat menyatakan bahwa ia siap menjadi kelinci percobaan untuk suntikan vaksin buatan Rusia.

Namun setelah itu, Roque menegaskan bahwa Duterte hanya akan menerima suntikan vaksin tersebut jika sudah dinyatakan aman.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK