JEJAK PERADABAN ISLAM

Warisan Peradaban Dinasti Turki Usmani untuk Masyarakat

CNN Indonesia | Selasa, 20/04/2021 20:00 WIB
Masa pemerintahan Kekaisaran Turki Usmani (Ottoman) meninggalkan jejak yang cukup banyak dari segi politik hingga hukum. Ilustrasi Kekaisaran Turki Usmani (Ottoman). (istockphoto/tunart)
Jakarta, CNN Indonesia --

Masa pemerintahan Kekaisaran Turki Usmani (Ottoman) meninggalkan jejak yang cukup banyak dari segi politik hingga hukum.

Muhammad Syafii Antonio dalam buku Encyclopedia of Islamic Civilization menyoroti soal perkembangan militer Turki Usmani yang di masa kejayaannya terbilang modern dan tangguh. Prajurit dan panglima perang Turki Usmani dikenal berani, tangguh dan tangkas.

Modernisasi militer Turki Usmani justru terjadi ketika mereka berperang untuk meluaskan wilayah kekuasaan dengan bangsa Eropa.


Adalah Sultan Orkhan yang mulai melakukan pembaruan dalam sistem dan doktrin ketentaraan Turki Usmani. Dia bahkan merekrut Kristen untuk diasah menjadi prajurit tangguh.

Dari sisi sosial, struktur masyarakat Dinasti Turki Usmani sangat majemuk. Mereka terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama.

Bahkan menurut Donald Quataert dalam buku The Ottoman Empire 1700-1922, Turki Usmani menaungi kaum Muslim penganut Sunni dan Syiah hingga Kristen.

Menurut dia, saat itu agama bukan hanya memberikan status, tetapi juga berfungsi sebagai pembentuk identitas seseorang atau kelompok.

Dalam konteks Kekaisaran Turki Usmani, perbedaan adalah sebuah pertanda yang digunakan untuk membedakan individu dan kelompok dari individu atau kelompok lainnya dan bukan sebagai sumber konflik.

Dalam hal politik, Dinasti Turki Usmani melibatkan ulama sekaligus politikus dalam urusan kebijakan negara.

Para ulama berwenang menyampaikan fatwa resmi mengenai kebijaksanaan sultan dan problematika keagamaan.

Kemajuan peradaban di masa Dinasti Turki Usmani juga terlihat dari segi hukum. Menurut John L. Esposito dalam buku The Oxford Encyclopedia of the Modern Islamic World, Khalifah Sulaiman yang berkuasa antara 1520 sampai 1566 menjadi salah satu figur penting kepemimpinan Dinasti Turki Usmani karena berhasil membuat produk perundang-undangan yang menjadi panduan bagi kalangan seterusnya.

Maka dari itu dia Sulaiman diberi gelar Al-Qanuni.

Produk hukum yang disebut qanun itu mencakup aturan soal sistem pajak, kriminal, aturan penyelaras adat masyarakat, pemerintahan, sistem peradilan, keluarga para penguasa hingga persoalan keamanan negara.

Dalam sistem peradilan, Dinasti Turki Usmani menerapkan sistem syariat Islam yang disebut qadhi, dan hukum di luar syariat Islam yang disebut syurthah.

Akan tetapi, perkembangan ilmu pengetahuan tidak terlalu pesat di masa Dinasti Turki Usmani. Sebab, selama masa pemerintahan mereka diliputi oleh peperangan.

(ayp/ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK