Dubai Tak Lagi Wajibkan Restoran Pasang Tirai saat Ramadan

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 20:45 WIB
Pemerintah Dubai tidak lagi mengharuskan setiap restoran hingga gerai makanan menutup tempat mereka menggunakan tirai selama bulan suci Ramadan. Ilustrasi. (kaboompics/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Dubai, Uni Emirat Arab, tidak lagi mengharuskan setiap restoran hingga gerai makanan menutup tempat mereka menggunakan tirai selama bulan suci Ramadan.

"Restoran di emirat dapat memilih apakah akan memasang tirai atau menutupi tempat mereka menyajikan makanan selama jam berpuasa," demikian pernyataan Kementerian Pembangunan Ekonomi Dubai, seperti dikutip AFP, Selasa (13/4).

"Surat edaran baru mengubah praktik sebelumnya di emirat, yang mengharuskan restoran dan gerai makanan lainnya menyajikan makanan selama jam puasa untuk memasang tirai dan layar."


Sebelum aturan itu dicabut, seluruh restoran, kafe, dan kedai-kedai di wilayah tersebut harus menutup tempat makan dan sajian mereka selama Ramadan demi menghormati umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Secara umum, perekonomian Dubai dan Uni Emirat Arab sendiri sangat bergantung pada pariwisata, sektor yang terpukul parah akibat pandemi Covid-19.

Aturan baru ini diumumkan pekan ini, ketika Dubai berupaya memulihkan perekonomiannya dengan menghidupkan kembali sektor wisata.

Selain itu, 90 persen populasi Dubai merupakan ekspatriat asing dan sebagian besar merupakan non-Muslim.

Uni Emirat Arab merupakan negara paling moderat dan progresif di Timur Tengah. Dalam beberapa waktu terakhir, negara tersebut telah melonggarkan sejumlah aturan Islam yang selama ini melekat pada negara-negara di Timur Tengah.

[Gambas:Video CNN]

Beberapa perubahan itu diantaranya yakni mencabut larangan bagi pasangan yang belum menikah untuk tinggal bersama, melonggarkan batas konsumsi alkohol, dan dekriminalisasi tindakan bunuh diri.

Sebelum aturan itu diresmikan, Uni Emirat Arab memang jarang menghukum pasangan yang belum menikah tinggal bersama atau tindakan konsumsi minuman alkohol tanpa izin.

Selain itu, Uni Emirat Arab juga mengumumkan hukuman tegas bagi tindakan pembunuhan dengan alasan "demi kehormatan", di mana sebagian besar korbannya selama ini adalah perempuan yang dianggap mempermalukan keluarganya.

(rds/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK