Aparat Myanmar Tembak Mati Pria saat Razia Kompleks Masjid

CNN Indonesia | Jumat, 16/04/2021 11:42 WIB
Setidaknya seorang pria tewas dan empat orang lainnya terluka akibat tembakan aparat keamanan Myanmar saat razia di kawasan Masjid Sule, Mandalay, Kamis (15/4). Ilustrasi. (Reuters/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setidaknya seorang pria tewas dan empat orang lainnya terluka akibat tembakan aparat keamanan Myanmar saat melakukan razia di kawasan Masjid Sule di Maha Aung Myay, Mandalay, Kamis (15/4).

Pria tewas itu dilaporkan bernama Ko Ko Htet. Pria 20 tahun itu tertembak di dadanya ketika lima personel militer melontarkan tembakan secara acak di kompleks masjid tersebut.

"Dia (Ko Ko Htet) hanya sedang berada di luar dan tiba-tiba tertembak dan meninggal di tempat," kata seorang saksi mata seperti dikutip The Irrawaddy.


Sementara itu, saudara ipar Ko Ko Htet yang memiliki disabilitas, Ko Min Min Latt, juga ikut tertembak di bagian tangannya.

Media lokal Irrawady melaporkan penembakan itu terjadi saat liburan Tahun Baru Myanmar Thingyang yang juga bertepatan dengan bulan Ramadan.

Saksi mata menuturkan kejadian itu berlangsung sekitar pukul 10.00 waktu setempat, ketika aparat tengah merazia orang yang diduga mengikuti protes anti-junta militer di dekat kompleks masjid tersebut.

Dalam razia itu, aparat menahan setidaknya 26 orang, termasuk enam pemimpin demo yang berencana menggelar aksi protes di 76th dan 34th Street, Mandalay. Selain itu, 20 warga lain yang tengah berada di kompleks Masjid Sule juga ikut digiring aparat.

[Gambas:Video CNN]

"Kami dapat memastikan bahwa enam anggota dari kelompok pedemo kalangan medis telah ditangkap dan lebih dari 20 warga sipil di lingkungan masjid juga ditangkap. Mereka (pasukan junta) melepaskan tembakan dan menghancurkan motor dan kendaraan lainnya," ucap seorang warga sekitar yang menjadi saksi mata.

Razia ini dilakukan bertepatan dengan aksi demonstrasi yang digagas para petugas medis di Mandalay, dekat kompleks masjid tersebut.

Reuters melaporkan para pekerja medis itu baru saja berkumpul pada pagi hari, tapi aparat keamanan langsung membubarkan mereka dengan tembakan.

(rds/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK