Polisi: Pelaku Penembakan Massal Mantan Karyawan FedEx

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 17/04/2021 14:49 WIB
Kepolisian Indianapolis, AS mengidentifikasi pelaku penembakan di Gedung FedEx. Pelaku adalah Brandon Hole (19), eks karyawan FedEx. Kepolisian Indianapolis, AS mengidentifikasi pelaku penembakan di Gedung FedEx. Pelaku adalah Brandon Hole (19), eks karyawan FedEx.(Foto: The Indianapolis Star via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian Indianapolis, Amerika Serikat berhasil mengidentifikasi pelaku penembakan massal di Gedung FedEx yang berada tak jauh dari bandara utama Indianapolis. Pelaku adalah Brandon Hole, mantan karyawan FedEx yang berusia 19 tahun.

"Pejabat FedEx telah mengkonfirmasi Hole adalah mantan karyawan di perusahaan itu, dan dia terakhir dipekerjakan pada tahun 2020," kata Wakil Kepala Kepolisian Indianapolis, Craig McCartt, dikutip dari AFP.

McCartt mengatakan Hole ditemukan tak bernyawa di lokasi kejadian. Diduga dia menembak dirinya sendiri setelah melancarkan penembakan yang menewaskan delapan orang dan melukai lima orang lainnya.


"Dia keluar dari mobilnya dan dengan cepat memulai beberapa penembakan secara acak di luar gedung. Tidak ada konfrontasi dengan siapa pun yang ada di sana. Tidak ada gangguan. Tidak ada argumen," tutur McCartt.

McCartt mulai menembak dari tempat parkir, lalu masuk ke dalam gedung.

"Dimulai di tempat parkir dan kemudian dia pergi ke gedung ... dalam waktu yang singkat sebelum dia bunuh diri," ucap McCartt.

Kepolisian saat ini tengah menyelidiki motif penembakan yang dilakukan Hole, termasuk kaitannya dengan ras dan etnis. Pasalnya, empat orang yang terbunuh dalam penembakan itu merupakan penganut agama Sikh Asia Selatan.

Pada tahun lalu, FBI juga pernah mewawancarai Hole dan menyita senapan miliknya.

"Ini adalah hari yang menghancurkan dan kata-kata sulit menggambarkan emosi yang kami rasakan," kata kepala FedEx Frederick Smith dalam sebuah surat kepada karyawan.

Smith mengatakan perusahaan akan bekerja dengan penegak hukum untuk menyelesaikan kasus ini.

(AFP/ptj)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK