Raul Castro Mundur, CIA Ungkap Rencana Pembunuhan di 1960

AFP, CNN Indonesia | Minggu, 18/04/2021 04:20 WIB
Dokumen CIA mengungkap rencana pembunuhan pimpinan Kuba Raul Castro pada 1960 usai ia menyatakan mundur dari pimpinan Partai Komunis Kuba. Dokumen CIA mengungkap rencana pembunuhan pimpinan Kuba Raul Castro pada 1960 usai ia meyatakan pegunduran diri Jumat lalu. (REUTERS/POOL New)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dokumen CIA yang tidak diklasifikasikan menyebut rencana pembunuhan pada 1960, terhadap tokoh pemimpin revolusi Kuba Raul Castro.

Dokumen yang tidak diklasifikasikan ini diterbitkan oleh lembaga penelitian Arsip Keamanan Nasional yang berbasis Washington, Jumat (16/4). Dokumen itu menunjukkan upaya pertama AS untuk membunuh seorang pemimpin revolusi Kuba itu.

Plot itu terungkap ketika Raul Castro, bersiap untuk meninggalkan politik Kuba dengan mundur sebagai kepala Partai Komunitas Kuba yang sangat kuat.


CIA menawarkan US$10.000 (Rp145 juta; kurs Rp 14.526,9) kepada seorang pilot yang menerbangkan Raul Castro dari Praha ke Havana untuk mengatur sebuah "kecelakaan".

Pilot Jose Raul Martinez menerima tawaran CIA itu. Namun sebelumnya, ia meminta jaminan dari agen tersebut agar uang hadiah bisa digunakan membiayai pendidikan universitas kedua putranya jika dia meninggal dalam operasi.

Namun, setelah Martinez berangkat ke Praha, markas CIA di Amerika Serikat memerintahkan untuk membatalkan misi tersebut kepada stasiun di Havana.

"Jangan dikejar," lewat pesan kabel. "Kasus (ini) akan dibatalkan."

Namun, saat pesan dikirim, pilot sudah tidak dapat dihubungi. Ketika dia kembali ke Kuba, Martinez mengatakan kepada atasannya kalau "dia tidak punya kesempatan untuk mengatur kecelakaan seperti yang telah kita diskusikan."

Raul Castro mundur

Raul Castro (89) yang baru saja mundur dari jabatan Ketua Partai Komunis Kuba Jumat lalu, adalah saudara laki-laki mendiang pemimpin revolusioner Fidel Castro.

Kepergian Raul mengakhiri kekuasaan keluarga Castro selama hampir enam dekade di Kuba yang dimulai pada tahun 1959.

Kendali sekarang akan diberikan kepada Miguel Diaz-Canel (60), yang telah menjabat sebagai presiden Kuba sejak 2018.

"Dokumen-dokumen ini mengingatkan kita pada masa lalu yang kelam dan menyeramkan dalam operasi AS melawan revolusi Kuba," kata analis Arsip Keamanan Nasional Peter Kornbluh kepada AFP.

"Saat era Castro secara resmi berakhir, pembuat kebijakan AS memiliki kesempatan untuk meninggalkan beban sejarah ini dan terlibat dalam masa depan pasca-Castro Kuba."

Fidel Castro menentang 11 presiden Amerika dan selamat dari berbagai plot pembunuhan. Guinness World Records mencatat terdapat 638 upaya pembunuhan terhadap Fidel Castro. Termasuk di dalamnya, upaya pembunuhan yang gagal tahun 1961. Saat itu, 1.400 orang anti-Castro Kuba yang dilatih dan dibiayai oleh CIA, mendarat di Teluk Babi dalam upaya menggulingkan rezim komunis.

(eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK