Oksigen Industri di India Dialihkan untuk Pasien Corona

CNN Indonesia | Jumat, 23/04/2021 08:11 WIB
India sementara melarang pasokan oksigen industri karena persediaan untuk pasien virus corona semakin menipis. Ilustrasi pasien virus corona di India. (AP Photo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah India untuk sementara melarang pasokan oksigen untuk industri karena persediaan untuk kebutuhan medis semakin menipis akibat lonjakan kasus infeksi virus corona (Covid-19).

Dilansir CNN, Jumat (23/4), keputusan itu disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri India pada Kamis (22/4) kemarin.

Mereka menyatakan tidak akan melarang pengiriman oksigen antarnegara bagian asalkan hanya untuk keperluan medis.


Keputusan itu disampaikan Kemendagri India karena sejumlah negara bagian melarang pengiriman oksigen ke luar wilayah mereka, karena khawatir pasokan untuk pasien virus corona yang terus bertambah tidak mencukupi.

Menurut Menteri Besar Delhi, Arvind Kejriwal, mereka juga butuh pasokan oksigen dari wilayah lain karena tidak ada pabrik oksigen di wilayah itu. Mereka juga bergantung terhadap berbagai pemasok untuk memenuhi permintaan, termasuk di wilayah ibu kota negara.

Akibat pembatasan yang dilakukan pemerintah daerah lain mengakibatkan pasokan oksigen medis di Delhi terganggu. Kejriwal memohon kepada kepala daerah lain supaya bisa menghadapi lonjakan kasus infeksi bersama-sama.

Kelangkaan oksigen itu bukan cuma terjadi di Delhi, tetapi hampir merata di seluruh negara bagian di India.

Bahkan, sejumlah rumah sakit swasta ternama seperti Fortis sampai mencuit melalui Twitter meminta bantuan pemerintah pusat menjaga pasokan oksigen bagi pasien corona.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, pada Selasa lalu berjanji mengirim bantuan 100 ribu tabung oksigen ke seluruh wilayah.

Dia juga mendesak supaya produksi oksigen untuk kebutuhan medis ditambah dan proses pengirimannya diperbaiki.

Kasus infeksi corona di India terus melonjak hingga membuat tenaga kesehatan dan rumah sakit di negara itu nyaris keteteran menangani pasien. Kemarin mereka mencatat rekor dunia terkait penambahan kasus infeksi harian, yakni hingga lebih dari 300 ribu orang dalam sehari.

Lonjakan itu diduga akibat sikap penduduk yang mengabaikan protokol kesehatan, serta berkeras melakukan ritual keagamaan yang mengundang keramaian.

Selain itu, di India juga ditemukan jenis virus corona mutasi yang lebih cepat menular.

(ayp/ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK