Malaysia Buka Pusat Vaksinasi Khusus yang Mau AstraZeneca

CNN Indonesia | Senin, 03/05/2021 17:54 WIB
Malaysia membuka pusat vaksinasi khusus bagi warga yang bersedia menerima vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca. Ilustrasi. (Reuters/Dado Ruvic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Malaysia membuka pusat vaksinasi khusus bagi warga yang bersedia menerima vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca.

Program khusus itu dibuka setelah pemerintah memutuskan tidak melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca untuk program vaksinasi nasional di tengah kekhawatiran mengenai efek sampingnya.

Menteri Sains Malaysia, Khairy Jamaludin, menuturkan bahwa pemerintah akan mengizinkan warga disuntik menggunakan vaksin AstraZeneca dengan mekanisme siapa cepat dia dapat.


Opsi ini tersedia setelah pada 28 April lalu, Malaysia memutuskan menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca dalam program vaksinasi nasional.

Keputusan ini diambil menyusul kekhawatiran publik terhadap efek samping penggumpalan darah yang dialami sejumlah penerima vaksin hingga menyebabkan meninggal dunia.

Meski masih mengakui AstraZeneca aman, badan regulator obat Uni Eropa (EMA) mengakui bahwa penggumpalan darah merupakan efek samping langka dari vaksin tersebut.

Menurut Khairy, pemerintah menghentikan penggunaan AstraZeneca setelah sekitar 8.000 orang membatalkan pendaftaran. Mereka membatalkan setelah mengetahui bahwa AstraZeneca masuk dalam daftar vaksin yang digunakan di program itu.

"Jumlah pembatalan vaksinasi meningkat dan ini mengakibatkan (pihak berwenang) memutuskan bahwa kami harus mengeluarkan AstraZeneca dari program vaksinasi nasional arus utama," ucap Khairy seperti dikutip Reuters pada Senin (3/5).

Saat ini, Malaysia telah menerima gelombang pertama pengiriman vaksin AstraZeneca sebanyak 268 ribu dosis. Khairy mengklaim slot vaksinasi untuk 268 ribu dosis AstraZeneca telah terisi hanya dalam tiga jam usai pendaftaran dibuka.

Secara keseluruhan, Malaysia akan menerima total 12,8 juta dosis vaksin AstraZeneca. Gelombang kedua pengiriman 1,1 juta dosis vaksin buatan perusahaan farmasi Inggris itu diperkirakan akan tiba bulan ini.

Selain itu, Khairy mengatakan bahwa pemerintah juga telah memutuskan membatasi penggunaan vaksin asal China, Sinovac, bagi warga berusia 60 tahun atau lebih.

Sementara itu, secara terpisah, Menteri Kesehatan Malaysia, Adham Baba, mencatat peningkatan tajam kasus penularan corona, terutama dengan gejala akut.

[Gambas:Video CNN]

Adham memperkirakan peningkatan penularan corona dengan gejala akut ini mungkin terjadi akibat kemunculan varian baru virus serupa SARS tersebut. Malaysia mendeteksi kasus pertama corona varian baru dari India pada akhir pekan lalu.

Varian baru corona tersebut dinilai sejumlah ahli memiliki mutasi virus yang lebih cepat menular dan menyebabkan penyakit lebih parah hingga dapat menembus kekebalan vaksin.

Adham mengatakan bahwa pemerintah juga telah mendeteksi 48 kasus varian corona Afrika Selatan dan delapan varian corona Inggris pada 1 Mei lalu.

(rds/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK