AS Akan Izinkan Vaksin Pfizer untuk Anak 12 Tahun ke Atas

CNN Indonesia
Selasa, 04 May 2021 13:20 WIB
Amerika Serikat dilaporkan bakal mengizinkan penggunaan vaksin Covid-19 produksi Pfizer bagi anak berusia 12 tahun ke atas pada pekan depan. Ilustrasi. (AFP/Justin Tallis)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat dilaporkan bakal mengizinkan penggunaan vaksin Covid-19 produksi Pfizer bagi anak berusia 12 tahun ke atas pada pekan depan.

Seorang pejabat Badan Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) menyatakan kepada Reuters bahwa saat ini mereka sedang mempertimbangkan perluasan penggunaan darurat vaksin Pfizer tersebut.

Namun, juru bicara FDA menolak memberikan rincian waktu penerimaan penggunaan vaksin Pfizer untuk anak di atas 12 tahun tersebut.


"Kami masih terus meninjau permintaan ini secepat dan setransparan mungkin," ujar juru bicara FDA kepada AFP.

Kabar ini menjadi perhatian setelah seorang pejabat FDA mengatakan kepada The New York Times bahwa mereka kemungkinan besar akan mengeluarkan izin penggunaan Pfizer bagi anak berusia 12 tahun ke atas dalam waktu dekat.

FDA mempertimbangkan keputusan ini setelah uji klinis pada Maret lalu menunjukkan bahwa vaksin tersebut aman dan efektif memproduksi antibodi pada anak 12-15 tahun.

Saat ini, AS sendiri sudah mengizinkan penggunaan vaksin Covid-19 dari Pfizer untuk anak berusia 16 tahun ke atas.

Selain Pfizer, Moderna juga dilaporkan tengah melakukan riset penggunaan vaksin Covid-19 mereka untuk anak-anak.

[Gambas:Video CNN]

Secara keseluruhan, kini sekitar 55 persen warga dewasa AS sudah menerima vaksin Covid-19, baik sekali suntik atau yang sudah rampung dua dosis.

Meski demikian, AS diperkirakan masih jauh dari kekebalan massal karena sejumlah besar warga dewasa dilaporkan tak ingin divaksin. Mereka juga menolak anak mereka divaksin.

Berdasarkan survei teranyar dari Kaiser Family Foundation, sekitar 29 persen pendukung Partai Republik ogah menerima vaksin Covid-19.

Sementara itu, lima persen pendukung Partai Demokrat dan sembilan persen warga yang tak mendukung kedua partai besar menyatakan tak ingin mengikuti program vaksinasi.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER