Menengok Jejak Lembaga Filantropi Bill Gates

CNN Indonesia
Selasa, 04 May 2021 10:19 WIB
Kabar perceraian miliarder Bill Gates dan sang istri, Melinda Gates, diperkirakan akan mempengaruhi lembaga amal Bill and Melinda Gates Foundation. Ilustrasi miliarder Amerika Serikat, Bill Gates. (AFP/MICHAEL COHEN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kabar perceraian miliarder Bill Gates dan sang istri, Melinda Gates, diperkirakan bakal mempengaruhi kinerja lembaga amal yang mereka kelola, Bill and Melinda Gates Foundation.

Sejumlah pihak memperkirakan ada kemungkinan Bill dan Melisa akan menjalankan kegiatan filantropi mereka masing-masing.

Dilansir Reuters, Selasa (4/5), lembaga itu didirikan di Seattle, Amerika Serikat pada 2000 lalu. Yayasan filantropi itu berkembang menjadi salah satu organisasi amal terbesar di dunia.


Fokus kegiatan mereka adalah soal kesehatan masyarakat, pendidikan dan pencegahan dampak perubahan iklim.

Sejak 1994 sampai 2018, Bill dan Melinda mengumpulkan uang sebesar US$36 miliar (sekitar Rp519.8 miliar) untuk disimpan di yayasan itu.

Pebisnis Warren Buffet menyumbangkan lebih dari US$29 miliar (sekitar Rp418.7 triliun) ke yayasan Bill dan Melinda Gates sejak 2006

Pada 2019, lembaga itu tercatat mempunyai aset sebanyak US$43 miliar (sekitar Rp620.9 triliun).

Di tahun itu juga, mereka menghabiskan US$5 miliar (sekitar Rp72.2 triliun) untuk membiayai berbagai program di Amerika Serikat dan seluruh dunia. Uang yang digunakan itu di luar biaya manajemen organisasi.

Di masa pandemi, yayasan Bill dan Melinda Gates menyumbang US$1.75 miliar (sekitar Rp25.2 triliun) untuk membiayai riset vaksin corona.

Tahun lalu, Bill Gates memutuskan mengundurkan diri dari Dewan Komisaris Microsoft dengan alasan ingin fokus pada kegiatan filantropi, seperti dilansir Associated Press.

Kegiatan mereka tersebar di sejumlah negara di Afrika yakni Burkina Faso, Ethiopia, Kenya, Nigeria hingga Afrika Selatan. Kemudian mereka juga membuat kegiatan bantuan di China, Eropa, hingga membantu program mandi cuci kakus (MCK) bagi penduduk India.

Bahkan, yayasan itu juga pernah menyumbang untuk sejumlah program kesejahteraan dan kesehatan masyarakat di Indonesia.

(ayp/ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER