Malaysia Darurat Covid, RS Kewalahan hingga Lockdown

CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 20:32 WIB
Malaysia dilaporkan tengah menghadapi darurat Covid-19 di mana rumah sakit hampir kehabisan tempat tidur. Negara Asia Tenggara hadapi lonjakan corona, termasuk Malaysia. (AFP/MOHD RASFAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Malaysia dilaporkan tengah menghadapi darurat Covid-19 di mana rumah sakit hampir kehabisan tempat tidur. 

Berdasarkan data Worldometer, negara itu pada Selasa (4/5) melaporkan 3.120 kasus baru corona.

Hingga kini Negeri Jiran memiliki 420.632 kasus corona dan 1.574 kematian.


Sementara kasus aktif di sana sudah mencapai 31.516. Malaysia menghadapi apa yang diyakini beberapa ahli sebagai "gelombang keempat" pandemi, dengan jumlah kasus harian hampir mencapai angka 4.000.

Pada Hari Minggu, Malaysia melaporkan 3.418 infeksi corona.

Kementerian Kesehatan mengatakan jumlah pasien kritis telah meningkat 62 persen hanya dalam dua pekan, menyebabkan unit perawatan intensif (ICU) di sebagian besar rumah sakit besar kewalahan.

Tingkat keterisian ICU di sebagian besar rumah sakit di Malaysia juga sudah hampir penuh.

Kementerian Kesehatan Malaysia mengatakan keterisian tempat tidur pasien kritis melebihi 70 persen di Hospital Sungai Buloh, Hospital Kuala Lumpur, Hospital Ampang, Hospital Serdang, dan Hospital Tengku Ampuan Rahimah Klang.

"Kapasitas perawatan kesehatan di Lembah Klang (Selangor, Kuala Lumpur dan Putrajaya) berada pada tingkat yang mengkhawatirkan," ujar Dirjen Kesehatan Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM), Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah, dilansir dari Malay Mail.

Hisham memperingatkan bahwa ICU di rumah sakit Lembah Klang sekali lagi mendekati kapasitas setelah kasus Covid-19 muncul kembali setelah sebagian besar pembatasan pergerakan dilonggarkan.

Kantor berita nasional Bernama melaporkan unit perawatan intensif di semua rumah sakit besar di Lembah Klang hampir kewalahan oleh kasus Covid-19 yang parah dengan tingkat hunian mencapai 90 persen.

Lonjakan kasus itu membuat pemerintah kembali memberlakukan lockdown lewat perintah kontrol pergerakan (MCO).

Dikutip dari Straits Times, lockdown itu berlangsung selama dua pekan dan hanya di wilayah tertentu. Kontrol pergerakan itu diterapkan di Selangor, Kuala Lumpur, Penang, Johor dan Sarawak mulai Senin (3/5).

(dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK