Rakyat Didera Covid, PM India Lanjut Renovasi Parlemen Rp25 T

CNN Indonesia | Jumat, 07/05/2021 14:00 WIB
PM India, Narendra Modi, melanjutkan program renovasi kompleks parlemen dengan biaya senilai Rp 25,6 triliun ketika rakyat masih sengsara didera Covid-19. PM India, Narendra Modi, melanjutkan program renovasi kompleks parlemen dengan biaya senilai Rp 25,6 triliun ketika rakyat masih sengsara didera Covid-19. (AFP/Money Sharma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri India, Narendra Modi, melanjutkan program renovasi kompleks parlemen dengan biaya U$1,8 miliar atau setara Rp 25,6 triliun ketika rakyatnya masih sengsara didera pandemi Covid-19.

Pemerintah India memasukkan proyek pembangunan itu ke dalam kategori "layanan esensial". Dengan label itu, pembangunan tetap diizinkan walau sebagian besar proyek lainnya dihentikan.

Menanggapi keputusan itu, dua warga India mengajukan tuntutan ke Pengadilan Tinggi Delhi untuk mencoba menghentikan pembangunan yang masih berlanjut bahkan ketika New Delhi diisolasi.


Dalam tuntutan yang diajukan oleh pengacara mereka, Nitin Saluja, para penuntut menyatakan bahwa gedung parlemen bukan merupakan layanan penting. Proyek konstruksi juga dianggap dapat menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Pengadilan Tinggi menawarkan sidang kasus tersebut digelar akhir bulan ini, tapi pihak penuntut membawa perkara itu ke Mahkamah Agung. Mereka menganggap Pengadilan Tinggi tak memahami betapa parah situasi yang sedang dihadapi.

"Karena ada masalah kesehatan masyarakat dalam sekarang ini, penundaan [sidang] bisa merugikan kepentingan publik yang lebih besar," tulis Saluja kepada Mahkamah Agung, sebagaimana dikutip CNN.

Saluja mengatakan bahwa kasus tersebut kemungkinan besar akan disidangkan pada hari ini, Jumat (7/5).

Sebelum India dihantam gelombang keduaCovid-19, Central Vista dianggap proyek kontroversial. Para pengamat menganggap pembangunan kembali akan mengorbankan sejarah dan warisan budaya.

Senada, para politikus dari pihak oposisi juga mengecam rencana itu, menganggapnya sebagai proyek yang sia-sia.

Namun, para pendukung menganggap renovasi di lahan seluas 35 hektar itu mengatakan bahwa proyek itu diperlukan lantaran bangunan yang berusia seabad itu sudah usang.

"Peluncuran pembangunan Gedung Parlemen India, dengan gagasan ke-India-an oleh orang India, adalah salah satu tonggak terpenting dari tradisi demokrasi kita," kata Modi saat peletakan batu pertama di proyek itu pada Desember lalu.

Ia kemudian berkata, "Kami rakyat India akan membangun gedung Parlemen baru ini bersama-sama."

[Gambas:Video CNN]

Pemerintah India akan mempekerjakan sementara sekitar 46.700 orang selama proyek ini. Proyek ini diperkirakan bakal selesai pada November 2022.

Proyek renovasi ini juga mencakup rumah dinas perdana menteri yang diperkirakan selesai pada Desember 2022. Keseluruhan proyek ini ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Proyek senilai triliunan itu mendapat persetujuan lingkungan dari panel ahli Kementerian Lingkungan Hidup awal tahun ini. Sejumlah tokoh pun mengaku bingung dengan keputusan pemerintah ini.

"Orang-orang sekarat karena Covid, tapi prioritas (Perdana Menteri Modi) adalah proyek Central Vista," kicau mantan Menteri Keuangan dan Urusan Luar Negeri India, Yashwant Sinha, di Twitter.

"Bukankah kita seharusnya membangun rumah sakit saja? Berapa harga yang harus dibayar bangsa untuk memilih seorang megalomaniak?"

(isa/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK