Australia Akan Izinkan Warga Pulang dari India Mulai 15 Mei

CNN Indonesia | Jumat, 07/05/2021 09:38 WIB
Australia akan mengizinkan warga negaranya yang kini terperangkap di tengah pandemi Covid-19 di India untuk kembali ke Negeri Kanguru mulai 15 Mei mendatang. Ilustrasi. (Istockphoto/Vasyl Dolmatov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Australia akan mengizinkan warga negaranya yang kini terperangkap di tengah pandemi Covid-19 di India untuk kembali ke Negeri Kanguru mulai 15 Mei mendatang.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mengatakan bahwa penerbangan repatriasi dapat kembali beroperasi karena penurunan tingkat infeksi virus corona di negaranya setelah penerapan larangan terbang dari India.

Morrison pun mengatakan bahwa Australia tak akan memperpanjang larangan terbang dari India bagi warga negaranya. Aturan itu akan berakhir pada 15 Mei mendatang.


"Komite Keamanan Nasional Kabinet mengonfirmasi bahwa mereka akan merampungkan tugasnya sesuai tenggat, dan kami rasa tak perlu perpanjangan setelah itu," ujar Morrison seperti dikutip Reuters, Jumat (7/5).

Sebagaimana dilansir The Guardian, Morrison juga mengatakan bahwa pemerintah akan menyewa tiga pesawat untuk memulangkan warga Australia dari India mulai 15-31 Mei.

Namun, warga Australia yang ingin ikut program repatriasi ini harus menyertakan hasil tes negatif Covid-19.

Sementara itu, hingga kini belum jelas mengenai penerbangan komersil lainnya dari India ke Australia akan diperbolehkan beroperasi atau tidak.

Meski demikian, keputusan pemerintah ini disambut baik oleh warga Australia yang sebelumnya mengecam Morrison karena menerapkan hukuman denda hingga penjara bagi pelanggar aturan penutupan penerbangan dari India ini.

Australia menetapkan larangan untuk semua penerbangan dari India pada awal Mei lalu demi mencegah penularan Covid-19 dari negara yang tengah dilanda gelombang dua corona tersebut.

Pemerintah Australia awalnya tak menetapkan hukuman khusus dalam aturan larangan kedatangan orang dari India. Namun, mereka akhirnya menetapkan hukuman tersebut setelah menemukan celah dari aturan tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Celah aturan tersebut pertama kali terdeteksi ketika sejumlah warga, termasuk pemain kriket Adam Zampa dan Kane Richardson, sengaja memesan penerbangan tak langsung menuju Australia sehingga riwayat perjalanan terakhir mereka bukan dari India.

Setelah aturan baru tersebut, sekitar 9.000 warga Australia yang sedang berada di India pun panik karena tidak bisa pulang di tengah gelombang dua pandemi Covid-19 di negara itu.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK