Afghanistan: AS Telah Tarik Pasukan dari Basis di Kandahar

CNN Indonesia | Sabtu, 15/05/2021 00:25 WIB
Jubir militer Afghanistan mengatakan seluruh pasukan AS telah ditarik dari basis militer terbesar keduanya di Kandahar. Ilustrasi tentara AS di Afghanistan. (AFP PHOTO / ADEK BERRY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Militer Afghanistan Khoja Yaya Alawi menyatakan Amerika Serikat (AS) telah komplet menarik pasukannya dari pangkalan udara Kandahar. 

"Mereka secara resmi telah menyerahkan pangkalan itu ke kami, tapi saya bisa mengonfirmasi bahwa mereka telah meninggalkan basis tersebut pada Rabu," ujar Alawi seperti dikutip dari AFP, Jumat (14/5).

"Mereka menyerahkan seluruh fasilitas militer di sana kepada pasukan Afghanistan," sambung Direktur Bandara Kandahar, Massoud Pashtun.


Sebagai informasi, Kandahar yang semula menjadi pangkalan terbesar kedua bagi pasukan koalisi internasional yang dipimpin AS itu dikenal pula sebagai provinsi lahirnya kelompok Taliban.

Ketika pasukan AS akan pergi, militer Afghanistan dan milisi Taliban terlibat pertempuran sengit di Kandahar yang menimbulkan korban hingga setidaknya 100 orang. Namun, sepanjang masa libur Idulfitri 1442 H ini, kelompok Taliban dan militer Afghanistan melakukan gencatan senjata selama tiga hari.

Penarikan pasukan AS dan koalisi internasional dari Afghanistan bermula dari instruksi Presiden AS Joe Biden pada Mei lalu.

Para prajurit AS dan sekutu yang tersisa di seluruh Afghanistan itu dipindahkan dulu ke basis militer terbesar di Bagram sebelum diterbangkan keluar dari negara tersebut.

Joe Biden menargetkan penarikan seluruh pasukan AS dari Afghanisan itu paling lambat pada 11 September 2021 atau tepat 20 tahun serangan teror pada menara kembar WTC di New York.

Serangan teror itu jadi pemicu perburuan besar-besaran pada anggota Al Qaidah di bawah komando Osama bin Laden yang dituding jadi dalang penyerangan.

Biden yang menjadi Wapres AS di era Kepresidenan Barack Obama itu menyatakan Afghanistan bukan lagi jadi prioritas negaranya saat ini.

(AFP/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK