Israel Dituding Pakai Media untuk Kecoh Hamas

AP, CNN Indonesia | Sabtu, 15/05/2021 11:32 WIB
Militer Israel dituding dengan sengaja membocorkan informasi palsu mengenai invasi darat sehingga Hamas bergerak ke terowongan bawah tanah. Bentrokan antara Israel dan Palestina terus terjadi selama sepekan terakhir dan telah menewaskan lebih dari 130 orang, mayoritas warga Palestina. (AP/Khalil Hamra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Militer Israel dituding menggunakan media untuk mengelabui Hamas. Tudingan itu muncul setelah muncul kebingungan atas kabar beredar bahwa Israel menginvasi Gaza lewat pasukan darat pada Jumat (14/5). 

Kekisruhan ini bermula ketika tentara Israel mengeluarkan pernyataan pasukan udara dan darat IDF (Israel Defence Forces) sedang menyerang di Jalur Gaza kemarin dini hari.

Hal ini merupakan skenario yang ditakuti Hamas karena akan meningkatkan eskalasi serangan antara Israel dan Palestina, yang sebelumnya lebih sering lewat udara.


Media pun langsung ramai memberitakan hal itu.

Namun, beberapa jam kemudian, tentara Israel 'mengklarifikasi' hal itu dan menyatakan tidak ada pasukan di Jalur Gaza. Mereka menyalahkan masalah "komunikasi internal" yang mengakibatkan kebingungan.

Disebut Tipu Muslihat

Koresponden militer veteran Or Heller, seperti dikutip dari AP, mengatakan media telah digunakan sebagai bagian tipu muslihat untuk memikat Hamas dalam perangkap mematikan yang mungkin telah menewaskan banyak orang.

"Mereka tidak berbohong. Itu sebuah manipulasi. Itu cerdas dan berhasil," kata Or Heller dalam siaran Channel 13 TV Israel.

Israel, menurut Or Heller, menggunakan kabar invasi untuk memancing Hamas bergerak ke arah terowongan.  

Rencana Israel ini disebut bermula pada Kamis (13/5) pagi ketika pasukan dan tank tambahan diarahkan ke perbatasan. Sementara itu Palestina menembakkan rentetan roket. Korban tewas di hari keempat konflik pun meningkat jadi lebih dari 100 orang.

Saat itu juru bicara militer menyebut akan terus mempersiapkan diri dengan berbagai skenario. "Salah satu skenario" serangan ini termasuk invasi darat.

Pada Kamis malam, Israel mengumumkan akan memanggil dan mengumpulkan pasukan di sepanjang perbatasan. Tank Israel yang ditempatkan di sepanjang perbatasan juga melepaskan tembakan ke Gaza.

Heller berpendapat Israel mulai mengerahkan pasukan di sepanjang perbatasan untuk memperlihatkan persiapan akhir invasi. Hal itu diikuti dengan pemberitaan media serta pengumuman di Twitter dalam bahasa Arab dan Ibrani.

Kabar invasi ini membuat Hamas langsung berlindung ke terowongan bawah tanah, Metro.

Setelah itu, Israel mengirimkan 160 pesawat tempur dan membombardir terowongan selama 40 menit, termasuk lokasi peluncuran serta gudang pembuatan senjata untuk menghentikan serangan roket.

Or Heller menyatakan Israel tidak mungkin mengirim pasukan melintasi garis musuh pada tahap ini. Sehingga, ia bersama beberapa koresponden militer lainnya meyakinkan publik tidak ada operasi darat di Jalur Gaza.

"Apa yang kami lihat adalah operasi yang sangat canggih dan memiliki aspek media di dalamnya," kata Or Heller.

(chri/vws)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK