Dubes Ceko di Kuwait Minta Maaf Soal Bendera Israel di Medsos

CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 08:01 WIB
Dubes Republik Ceko di Kuwait, Martin Dvorak, meminta maaf karena penduduk marah usai mengunggah gambar bendera Israel di medsos. Ilustrasi bendera Israel. (AFP PHOTO / THOMAS COEX)
Jakarta, CNN Indonesia --

Duta Besar Republik Ceko untuk Kuwait, Martin Dvorak, meminta maaf karena mengunggah gambar bendera Israel di akun Instagram, dengan alasan sebagai ungkapan solidaritas kepada negara itu.

Pernyataan maaf itu dia sampaikan melalui akun Twitter.

"Saya sangat menyesal telah menempatkan bendera Israel di profil pribadi saya dan, dengan melakukan itu, memicu kemarahan. Dan kemarahan yang dapat dimengerti di antara banyak orang sehubungan dengan situasi saat ini yang sangat dramatis di Jalur Gaza," cuit Dvorak.


Unggahan Dvorak soal bendera Israel menyebabkan kemarahan masyarakat di Kuwait, dan warganet ramai-ramai mendesak dia diusir dari negara itu.

"Saya sangat tidak peka terhadap perasaan banyak orang terdekat saya di Kuwait dan Palestina," kata Dvorak dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip Anadolu Agency.

"Saya sama sekali tak berniat untuk mengungkapkan sikap tidak hormat saya terhadap para korban yang tak bersalah, dan korban Palestina yang meninggal, yang saat ini kami saksikan, yang membuat saya sangat sedih," lanjutnya.

Konflik antara Israel dan kelompok Hamas di Jalur Gaza, Palestina, memasuki pekan kedua dan belum menunjukkan tanda-tanda akan reda. Padahal korban tewas terus berjatuhan.

Kemarin, Senin (17/5), Israel kembali menggempur Gaza dengan serangan udara.

Serangan itu terjadi usai Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan negaranya akan kembali terlibat dalam perang besar dengan kelompok milisi Hamas, Brigade Izzudin Al-Qassam, untuk yang keempat kali.

Hingga kini, jumlah korban tewas di pihak Palestina akibat konflik itu mencapai 212 jiwa. Dari jumlah itu, 61 diantaranya anak-anak dan 36 lainnya perempuan. Sementara korban luka-luka saat ini mencapai lebih dari 1.400 orang.

Dari pihak Israel korban tewas sebanyak sepuluh orang, dua diantaranya anak-anak.

(isa/ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK