Rudal Israel Hancurkan Satu-satunya Lab Corona di Jalur Gaza

CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 13:11 WIB
Serangan rudal yang diluncurkan Israel dilaporkan menghancurkan satu-satunya laboratorium corona di Jalur Gaza. Ilustrasi serangan udara. (AP Photo/Khalil Hamra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Serangan rudal yang diluncurkan Israel dilaporkan menghancurkan satu-satunya laboratorium corona di Jalur Gaza.

Pihak berwenang Jalur Gaza, Palestina, melaporkan satu-satunya laboratorium pemeriksaan virus corona di wilayah itu tidak dapat beroperasi lagi akibat serangan udara Israel pada Senin (17/5).

Sebagian bangunan Klinik Al-Rimal dilaporkan hancur akibat serangan tersebut. Kantor Palang Merah Qatar yang berdekatan dengan klinik Al-Rimal turut terdampak gempuran udara Israel.


Wakil Menteri Kesehatan di Gaza, Yousef Abu al-Rish, mengatakan petugas medis dari kementeriannya juga ada yang terluka hingga kritis akibat insiden itu.

"Serangan Israel mengancam upaya Kementerian Kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid-19," kata juru bicara kementerian tersebut, Ashraf Qidra, seperti dikutip AFP.

"Serangan itu menghentikan pemeriksaan di laboratorium pusat," kata Qidra menambahkan.

Sebelum eskalasi militer antara Hamas dan Israel berlangsung selama sepekan terakhir, pihak berwenang di Gaza dapat melakukan uji sample tes corona hingga 1.600 orang setiap harinya.

Tingkat kasus positif di Jalur Gaza menjadi salah satu yang tertinggi di dunia yakni sebanyak 28 persen. Hal itu bahkan menyebabkan rumah sakit di wilayah itu sudah dipenuhi pasien corona bahkan sebelum konflik kembali meletus.

Sejauh ini, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 122 ribu orang di antara total 2 juta penduduk di Gaza telah melakukan vaksinasi corona.

WHO mengatakan sejauh ini pihaknya mencatat ada 103 kasus positif corona di Gaza dengan 930 kematian.

(rds/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK