Menyingkap Akar Konflik Israel-Palestina

CNN Indonesia
Selasa, 18 May 2021 12:02 WIB
Konflik antara Israel dan Palestina terjadi puluhan tahun dan sampai saat ini belum ada tanda akan berakhir. Ilustrasi wilayah Israel yang terdampak serangan roket Hamas dari Jalur Gaza, Palestina. (REUTERS/RONEN ZVULUN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perang antara Israel dan Hamas kembali mengoyak wilayah Jalur Gaza, Palestina.

Ratusan orang meninggal akibat konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina sejak 10 Mei lalu.

Kejadian itu adalah rentetan dari sejarah panjang konflik Israel dan Palestina. Pertikaian antara kedua belah pihak sudah berlangsung puluhan tahun.


Perselisihan di Timur Tengah terjadi saat kaum Yahudi mulai bermigrasi ke Palestina sejak 1920-an. Pemicunya adalah kemunculan gerakan keagamaan yang berubah menjadi politis yakni Zionisme yang dimotori oleh Theodore Herzl.

Para penganut Zionisme meyakini mereka warga Yahudi di seluruh dunia harus kembali ke tanah yang dijanjikan, yakni Zion yang merupakan wilayah yang diapit Suriah, Yordania, Mesir dan Laut Mediterania. Nantinya mereka harus mendirikan negara khusus bagi bangsa Yahudi di sana, yang kini dinamakan Israel.

Perlahan warga Yahudi yang datang dari Eropa membeli tanah di Palestina. Namun, sejak itu pula warga Yahudi kerap terlibat pertikaian dan sengketa lahan dengan warga Arab.

Konflik di kawasan Timur Tengah itu semakin tajam ketika orang Yahudi yang lari dari Eropa akibat Perang Dunia II mendirikan negara Israel di tanah Palestina. Saat itu wilayah Palestina dikuasai Inggris setelah Kesultanan Turki Utsmani kalah dalam Perang Dunia I.

Orang-orang Yahudi Israel lantas perlahan-lahan mengusir warga Palestina dari tanah kelahiran mereka.

Sejak saat itu, timbul protes keras oleh rakyat Palestina.

Terkait itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadakan sidang pada 1947. Salah satu hasil sidang tersebut berisi pembagian wilayah Palestina bagi Yahudi dan Muslim.

Akan tetapi, keputusan itu ditolak oleh perwakilan Palestina. Mereka menuntut supaya seluruh wilayah yang direbut dan diduduki Yahudi Israel dikembalikan.

Karena kedua belah pihak tetap berkeras, maka pada 1947 sampai 1948 bangsa Yahudi Israel berperang dengan bangsa Arab Palestina. Kemudian Israel dan bangsa Arab Palestina bersepakat melakukan gencatan senjata.

Akibatnya, 80 persen dari wilayah Palestina dikuasai oleh kaum Yahudi. Namun, saat itu 150 ribu warga Palestina masih tinggal di sana dan mereka lambat laun diusir dari tanah kelahirannya hingga terpaksa tinggal di kamp pengungsian di Yordania, Suriah dan Libanon.

Tanah Palestina saat itu masih dihuni warga Arab ketika kelompok Yahudi Zionis mendirikan negara Israel Raya pada 14 Mei 1948. Proklamasi itu dibacakan oleh pemimpin warga Yahudi sekaligus menjadi Perdana Menteri Pertama Israel, David Grun alias David Ben-Gurion.

Menyingkap Akar Konflik Israel-Palestina

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER