Abbas Jumpa Utusan Biden, Desak AS Intervensi Serangan Israel

CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 20:20 WIB
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mendesak AS intervensi serangan Israel ke Jalur Gaza. Abbas menyampaikan desakan itu saat bertemu utusan Presiden Joe Biden. Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mendesak AS intervensi serangan Israel ke Jalur Gaza. Abbas menyampaikan desakan itu saat bertemu utusan Presiden Joe Biden. (AFP Photo/Abbas Momani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mendesak Amerika Serikat untuk segera mengintervensi serangan udara Israel ke Jalur Gaza. Abbas menyampaikan desakan itu saat bertemu dengan utusan Presiden Joe Biden, Hady Amr, di Ramallah.

Kantor berita Wafa melaporkan bahwa dalam pertemuan pada Senin (17/5) itu, Abbas menegaskan bahwa pemerintah AS harus mengintervensi agar Israel menghentikan "agresi dan eskalasi" di berbagai wilayah.

Ia juga mendesak AS untuk menginisiasi upaya guna mencapai solusi politik yang berlandaskan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional.


"Ia juga menegaskan bahwa penghentian okupasi militer di wilayah Palestina, termasuk Yerusalem Timur, merupakan prasyarat untuk stabilitas dan keamanan kawasan," demikian laporan Wafa.

Abbas juga mengindikasikan keinginan Palestina untuk berbincang lagi dengan Negara Kuartet untuk mencapai kesepakatan damai yang komprehensif.

Dalam pertemuan itu, Hady Amr sebagai utusan Biden juga menekankan kepentingan kedua belah pihak untuk meredakan ketegangan.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintahan Biden berupaya berdiskusi dengan semua pihak untuk membantu mengakhiri ketegangan.

Amr mengatakan bahwa AS berkomitmen membawa perdamaian dan kesempatan setara bagi warga Palestina dan Israel untuk hidup dengan hormat, keamanan, dan kesejahteraan dalam solusi dua negara.

Upaya diplomasi masih terus digencarkan di Israel dan Palestina. Sementara Amr bertemu Abbas, penasihat keamanan nasional Biden, Jake Sullivan, menemui perwakilan Israel dan pemerintah Mesir untuk membahas upaya de-eskalasi.

Setelah itu, Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar rapat darurat mengenai Israel dan Palestina pada hari ini, Selasa (18/5) waktu setempat.

[Gambas:Video CNN]

Hingga saat ini, saling serang antara Israel dan faksi Palestina di Jalur Gaza, Hamas, masih terus berlangsung. Israel terus menggempur melalui udara, sementara Hamas membalas dengan roket.

Serangan udara Israel menewaskan 212 warga Palestina. Sementara itu, 10 warga Israel tewas karena serangan roket Hamas.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK