Alasan Militer Israel Canggih: 'Duit' AS dan Dikepung Musuh

CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 17:00 WIB
Jalur Gaza luluh lantak karena serangan udara Israel. Sejak lama, Israel memang dikenal sebagai negara dengan persenjataan canggih karena sejumlah alasan. Ilustrasi. (AP/Ariel Schalit)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pertempuran Israel dan kelompok Hamas, Palestina, di perbatasan Jalur Gaza sudah berlangsung lebih dari sepekan terakhir tak kunjung reda, bahkan kian parah.

Israel terus menggempur Jalur Gaza dengan serangan udara. Sementara itu, Hamas dan kelompok militan Palestina lainnya menghujani wilayah Israel, termasuk Tel Aviv, dengan roket.

Hampir seluruh serangan Hamas tidak berdampak kerusakan dan kerugian berarti bagi Israel. Sebaliknya, serangan balasan Israel justru dinilai lebih mematikan dan merusak sejumlah basis Hamas hingga fasilitas publik di Jalur Gaza.


Sejauh ini, sebanyak 212 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel di Gaza. Sementara itu, sepuluh personel Israel tewas dalam bentrokan yang sama.

Sejak lama, Israel memang telah dianggap sebagai salah satu negara dengan kekuatan militer paling mumpuni di dunia.

Anggapan itu terbukti dari catatan kejayaan pasukan Israel di medan pertempuran, mulai dari Perang Israel-Arab pertama pada 1948 hingga Perang Enam Hari 1967.

Sejak 1985, Israel bahkan sudah menjadi negara pemasok alutsista modern terbesar di dunia dengan nilai penjualan senjata lebih dari US$6,5 miliar setiap tahunnya.

Berikut alasan Israel menjadi salah satu negara dengan kekuatan militer tercanggih di dunia.

Terdesak Ekonomi

Menurut Yaakov Katz, penulis buku 'The Weapon Wizards: How Israel Became a High-Tech Military Superpower', salah satu alasan militer Israel begitu kuat adalah desakan ekonomi.

Pada 1950 atau dua tahun setelah Israel terbentuk, mereka kesulitan menjalin hubungan perdagangan dengan negara lain.

Tak seperti kebanyakan negara tetangganya di Timur Tengah, Israel tidak memiliki sumber daya alam dan komoditas lain yang mempunyai nilai jual bersaing.

Di sisi lain, kebutuhan Israel terhadap persenjataan sangat tinggi lantaran hidup dikelilingi musuh-musuhnya, seperti Arab Saudi, Suriah, Libya, hingga Iran.

Sementara itu, warga Yahudi terkenal dengan budaya inovatif dankreativitasnya. Mereka menganggap kebutuhan akan persenjataan bisa dijadikan pemasukan bagi negara.

Orang Israel juga dinilai lebih berani mengambil risiko dibandingkan warga negara lain. Mereka pun terbiasa mengembangkan senjata sendiri.

Sebelum negara Israel resmi terbentuk pada 1948, bangsa Yahudi bahkan sudah rajin membuat senjata kecil dan bahan peledak sendiri di pabrik-pabrik senjata rahasia sekitar medio 1930-an.

Beragam senjata itu pada akhirnya digunakan pasukan Yahudi dalam Perang Arab-Israel pada 1948. Sejak itu, kapabilitas teknologi senjata Israel mulai dipertimbangkan.

Israel bahkan rela menghabiskan sekitar 4,5 persen GPD negara untuk penelitian dan pengembangan. Dari jumlah itu, sekitar 30 persen anggaran penelitian disalurkan untuk mengembangkan industri pertahanan.

Israeli soldiers work on tanks in the Israeli controlled Golan Heights near the border with Syria, not far from Lebanon border, Tuesday, July 28, 2020. Lebanon's prime minister has accused Israel of provoking a Tank Israel. (AP/Ariel Schalit)

Seorang ahli politik Universitas Tel Aviv, Aaron S Klieman, mengatakan bahwa tingkat produksi senjata Israel yang tinggi ini membuat mereka harus ikut bermain dalam ekspor alutsista.

"Produksi senjata Israel telah mencapai tingkat produksi utama dan kepentingan dalam perekonomian Israel sehingga mengekspor senjata telah menjadi keharusan ekonomi negara itu," kata Klieman, seperti dikutip The New York Times.

"Jika strategi penjualan industri pertahanan Israel gagal, itu akan berdampak besar pada keamanan, kelangsungan ekonomi, dan diplomasi Israel."

Sebuah laporan yang disusun oleh Amnesty International, OXFAM International, dan International Action Network on Small Arms (IANSA) pun menyebutkan Israel menjadi pemain dominan di pasar senjata internasional sejak 2005.

Dua pertiga produksi senjata mereka diekspor ke negara-negara lain. Pasar utama mereka adalah negara-negara berkembang.

Empat perusahaan industri pertahanan Israel juga masuk dalam daftar 100 industri senjata terbesar dunia. Keempat perusahaan itu yakni Elbit, RAFAEL, IMI (Israel Military Industries), dan IAI (Israel Aircraft Industries).

Selain itu, berdasarkan data Stockholm International Peace Research Institut (SIPRI) pada 2019, Israel menjadi pemasok senjata terbesar kesembilan di dunia.

Hidup Dikelilingi Musuh hingga Bantuan AS

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK