Deret Negara Asia Dihantam Lonjakan Kasus Covid-19
CNN Indonesia
Rabu, 19 Mei 2021 17:16 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Tak hanya India, sejumlah negara Asia juga mengalami peningkatan kasus Covid-19 dalam beberapa waktu belakangan. (Reuters/Navesh Chitrakar)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tak hanya India, sejumlah negara Asia juga mengalami peningkatan kasus Covid-19 dalam beberapa waktu belakangan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun memperingatkan gelombang baru Covid-19 masih mengancam dunia meski tren penularan virus serupa SARS itu sempat menurun secara global.
WHO memaparkan para ilmuwan masih mencoba memahami alasan tren penularan Covid-19 tiba-tiba meningkat tajam di sebagian kawasan baru-baru ini setelah sempat menurun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laporan terbarunya, WHO menyatakan ada 2,6 juta kasus infeksi corona baru di seluruh dunia pada pekan lalu. Jumlah itu naik 7 persen dari minggu sebelumnya.
Dari berbagai kawasan, Asia merupakan salah satu daerah yang mengalami lonjakan infeksi virus corona. Berikut deretan negara di Asia yang mengalami lonjakan penularan Covid-19.
India
Hanya dalam hitungan hari, kasus infeksi corona harian India mencapai ratusan ribu dalam sehari sekitar awal Maret 2021.
Peningkatan ini terjadi setelah penularan corona di India sempat berangsur menurun sejak akhir 2020, terutama setelah vaksinasi nasional berjalan.
Hanya dalam waktu dua bulan, India menjadi negara dengan jumlah kasus penularan baru tertinggi di dunia. Pada 30 April, India menjadi satu-satunya negara yang mencatat 400 ribu kasus corona baru dalam 24 jam.
Para ahli bahkan memperkirakan masih banyak kasus positif corona yang tidak dilaporkan pemerintah lantaran kekurangan infrastruktur, pemeriksaan, dan warga abai terhadap protokol kesehatan.
Varian virus corona baru yang diperparah dengan sikap abai warga terhadap protokol kesehatan dinilai menjadi salah satu faktor utama jumlah kasus Covid-19 India meningkat drastis.
Per Rabu (19/5), India mencatat 230 ribu kasus corona baru dan 3.796 kematian dalam sehari. Angka itu menjadikan total kasus Covid-19 di India menjadi 25,45 juta dengan 282 ribu kematian.
Nepal
Peningkatan kasus Covid-19 harian di Nepal mulai terjadi pada pertengahan April lalu. Peningkatan itu disebabkan acara publik, festival, kegiatan politik, dan pernikahan yang mengumpulkan banyak orang dalam satu tempat.
Selain itu, sejumlah orang menilai peningkatan tersebut merupakan dampak gelombang kedua virus corona yang melanda India. Terlebih, dua negara ini berbatasan darat sehingga ada warga India yang melarikan diri ke Nepal.
Pemerintah China pun menutup gerbang pendakian ke Puncak Everest dari sisi negaranya demi mencegah penularan Covid-19 di puncak tertinggi di dunia itu.
Larangan pendakian diumumkan karena kekhawatiran risiko infeksi Covid-19 oleh pendaki yang melakukan perjalanan dari Nepal, tempat pandemi berkecamuk.
Per Selasa (18/5), Nepal mencatat total 472 ribu kasus dengan 5.411 kematian.
Sri Lanka, negara yang juga berdekatan dengan India, turut mengalami lonjakan kasus Covid-19.
Pada Jumat (7/5), kasus Covid-19 harian di Sri Lanka mencapai 1.895. Angka ini meningkat hampir lima kali lipat dari kasus harian pada awal April lalu.
Taiwan
Pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen terpaksa menerapkan kebijakan penguncian wilayah (lockdown) parsial mulai awal pekan ini menyusul kenaikan penularan Covid-19 secara drastis selama akhir pekan lalu.
Pada Senin (17/5), Taiwan mencatat 333 kasus corona baru dalam sehari, naik 127 kasus dari sehari sebelumnya.
Kasus corona baru di Taiwan tidak pernah mencapai angka 100 kasus dalam beberapa bulan terakhir. Pada Jumat (14/5) saja, Taiwan mencatat 29 infeksi corona baru dalam sehari.
Namun, angka itu meningkat lebih dari tiga kali lipat selama akhir pekan lalu.
Diberitakan The Guardian, lonjakan corona di Taiwan sudah terjadi sejak tiga pekan lalu dari klaster karyawan maskapai penerbangan nasional dan hotel-hotel karantina pendatang.
Akibat lonjakan ini, pemerintah Taiwan menerapkan lockdown parsial di dua kota, termasuk Ibu Kota Taipei. Pemerintah juga menutup sejumlah pertokoan dan tempat publik.
Thailand
Terlepas dari negara yang berdekatan dengan India, sejumlah negara di Asia Tenggara juga mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan, salah satunya Thailand. Saat ini, Thailand menempati peringkat ke-32 negara terbanyak positif Covid-19.
Sampai 31 Maret lalu, Thailand melaporkan 28.863 kasus positif Covid-19. Dalam lima pekan berikutnya, angka tersebut meningkat menjadi lebih dari 76.000.
Singapura
Singapura terpaksa menerapkan kembali sejumlah kebijakan pembatasan pergerakan, termasuk lockdown ketat selama sebulan.
Kebijakan itu diambil karena terjadi penyebaran lokal Covid-19, termasuk dari mutasi corona baru, beberapa pekan terakhir.
Pada Minggu pekan lalu, Singapura mengonfirmasi 38 kasus corona lokal baru dalam sehari. Jumlah itu menjadi yang tertinggi sejak pertengahan September 2020.
Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan pembatasan meliputi aturan pertemuan tatap muka maksimal dua orang dan larangan makan di restoran.
Seluruh aktivitas perkantoran pun disetop dan warga Singapura akan kembali bekerja dari rumah (work from home) setelah sempat menjalani sejumlah pelonggaran.
Indonesia
Indonesia juga menjadi salah satu negara Asia Tenggara yang mengalami peningkatan kasus. Kementerian Kesehatan juga menemukan dua orang yang terinfeksi Covid-19 varian B.1.617.
Dalam beberapa pekan belakangan, kasus harian Covid-19 di Indonesia juga bertambah dengan kisaran 2-4 ribu dalam sehari.
Pemerintah khawatir angka tersebut akan meningkat lantaran masih banyak warga yang mudik Lebaran meski sudah dilarang.
Jakarta, CNN Indonesia --
Tak hanya India, sejumlah negara Asia juga mengalami peningkatan kasus Covid-19 dalam beberapa waktu belakangan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun memperingatkan gelombang baru Covid-19 masih mengancam dunia meski tren penularan virus serupa SARS itu sempat menurun secara global.
WHO memaparkan para ilmuwan masih mencoba memahami alasan tren penularan Covid-19 tiba-tiba meningkat tajam di sebagian kawasan baru-baru ini setelah sempat menurun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laporan terbarunya, WHO menyatakan ada 2,6 juta kasus infeksi corona baru di seluruh dunia pada pekan lalu. Jumlah itu naik 7 persen dari minggu sebelumnya.
Dari berbagai kawasan, Asia merupakan salah satu daerah yang mengalami lonjakan infeksi virus corona. Berikut deretan negara di Asia yang mengalami lonjakan penularan Covid-19.
India
Hanya dalam hitungan hari, kasus infeksi corona harian India mencapai ratusan ribu dalam sehari sekitar awal Maret 2021.
Peningkatan ini terjadi setelah penularan corona di India sempat berangsur menurun sejak akhir 2020, terutama setelah vaksinasi nasional berjalan.
Hanya dalam waktu dua bulan, India menjadi negara dengan jumlah kasus penularan baru tertinggi di dunia. Pada 30 April, India menjadi satu-satunya negara yang mencatat 400 ribu kasus corona baru dalam 24 jam.
Para ahli bahkan memperkirakan masih banyak kasus positif corona yang tidak dilaporkan pemerintah lantaran kekurangan infrastruktur, pemeriksaan, dan warga abai terhadap protokol kesehatan.
Varian virus corona baru yang diperparah dengan sikap abai warga terhadap protokol kesehatan dinilai menjadi salah satu faktor utama jumlah kasus Covid-19 India meningkat drastis.
Per Rabu (19/5), India mencatat 230 ribu kasus corona baru dan 3.796 kematian dalam sehari. Angka itu menjadikan total kasus Covid-19 di India menjadi 25,45 juta dengan 282 ribu kematian.
Nepal
Peningkatan kasus Covid-19 harian di Nepal mulai terjadi pada pertengahan April lalu. Peningkatan itu disebabkan acara publik, festival, kegiatan politik, dan pernikahan yang mengumpulkan banyak orang dalam satu tempat.
Selain itu, sejumlah orang menilai peningkatan tersebut merupakan dampak gelombang kedua virus corona yang melanda India. Terlebih, dua negara ini berbatasan darat sehingga ada warga India yang melarikan diri ke Nepal.
Pemerintah China pun menutup gerbang pendakian ke Puncak Everest dari sisi negaranya demi mencegah penularan Covid-19 di puncak tertinggi di dunia itu.
Larangan pendakian diumumkan karena kekhawatiran risiko infeksi Covid-19 oleh pendaki yang melakukan perjalanan dari Nepal, tempat pandemi berkecamuk.
Per Selasa (18/5), Nepal mencatat total 472 ribu kasus dengan 5.411 kematian.
Sri Lanka, negara yang juga berdekatan dengan India, turut mengalami lonjakan kasus Covid-19.
Pada Jumat (7/5), kasus Covid-19 harian di Sri Lanka mencapai 1.895. Angka ini meningkat hampir lima kali lipat dari kasus harian pada awal April lalu.
Taiwan
Pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen terpaksa menerapkan kebijakan penguncian wilayah (lockdown) parsial mulai awal pekan ini menyusul kenaikan penularan Covid-19 secara drastis selama akhir pekan lalu.
Pada Senin (17/5), Taiwan mencatat 333 kasus corona baru dalam sehari, naik 127 kasus dari sehari sebelumnya.
Kasus corona baru di Taiwan tidak pernah mencapai angka 100 kasus dalam beberapa bulan terakhir. Pada Jumat (14/5) saja, Taiwan mencatat 29 infeksi corona baru dalam sehari.
Namun, angka itu meningkat lebih dari tiga kali lipat selama akhir pekan lalu.
Diberitakan The Guardian, lonjakan corona di Taiwan sudah terjadi sejak tiga pekan lalu dari klaster karyawan maskapai penerbangan nasional dan hotel-hotel karantina pendatang.
Akibat lonjakan ini, pemerintah Taiwan menerapkan lockdown parsial di dua kota, termasuk Ibu Kota Taipei. Pemerintah juga menutup sejumlah pertokoan dan tempat publik.
Lonjakan Covid-19 di Asia Tenggara
Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Thailand
Terlepas dari negara yang berdekatan dengan India, sejumlah negara di Asia Tenggara juga mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan, salah satunya Thailand. Saat ini, Thailand menempati peringkat ke-32 negara terbanyak positif Covid-19.
Sampai 31 Maret lalu, Thailand melaporkan 28.863 kasus positif Covid-19. Dalam lima pekan berikutnya, angka tersebut meningkat menjadi lebih dari 76.000.
Singapura
Singapura terpaksa menerapkan kembali sejumlah kebijakan pembatasan pergerakan, termasuk lockdown ketat selama sebulan.
Kebijakan itu diambil karena terjadi penyebaran lokal Covid-19, termasuk dari mutasi corona baru, beberapa pekan terakhir.
Pada Minggu pekan lalu, Singapura mengonfirmasi 38 kasus corona lokal baru dalam sehari. Jumlah itu menjadi yang tertinggi sejak pertengahan September 2020.
Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan pembatasan meliputi aturan pertemuan tatap muka maksimal dua orang dan larangan makan di restoran.
Seluruh aktivitas perkantoran pun disetop dan warga Singapura akan kembali bekerja dari rumah (work from home) setelah sempat menjalani sejumlah pelonggaran.
Indonesia
Indonesia juga menjadi salah satu negara Asia Tenggara yang mengalami peningkatan kasus. Kementerian Kesehatan juga menemukan dua orang yang terinfeksi Covid-19 varian B.1.617.
Dalam beberapa pekan belakangan, kasus harian Covid-19 di Indonesia juga bertambah dengan kisaran 2-4 ribu dalam sehari.
Pemerintah khawatir angka tersebut akan meningkat lantaran masih banyak warga yang mudik Lebaran meski sudah dilarang.