Covid India Tembus 25 Juta Kasus, Angka Kematian Pecah Rekor

CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 19:45 WIB
Covid-19 di India menembus 25 juta kasus pada Selasa (18/5), sementara angka kematian harian memecahkan rekor di angka 4.329. Ilustrasi. (Reuters/Navesh Chitrakar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Covid-19 di India menembus 25 juta kasus pada Selasa (18/5), sementara angka kematian harian memecahkan rekor di angka 4.329.

Angka keseluruhan kasus 25 juta itu didapat setelah Kementerian Kesehatan India melaporkan 263.533 kasus dalam 24 jam belakangan. Dengan penambahan itu, total kasus Covid-19 di India mencapai 25,23 juta.

Sementara itu, angka kematian harian akibat Covid-19 di India menembus rekor, yaitu mencapai 4.329.


Tak hanya menembus rekor di India, angka kematian harian ini juga termasuk salah satu yang tertinggi di dunia. Di atas India, hanya ada Amerika Serikat dengan laporan kasus kematian 5.444 warga akibatCovid-19 pada 12 Februari lalu.

Tiga sumber pemerintah India mengatakan bahwa lonjakan kasus yang terus terjadi membuat negara itu tak mungkin melanjutkan ekspor vaksin hingga Oktober.

Penghentian ekspor itu membuat negara-negara seperti Bangladesh, Nepal, Sri Lanka, dan sebagian besar wilayah di Afrika berebut untuk mendapat pasokan vaksin alternatif.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun meminta para produsen vaksin di luar India untuk meningkatkan pasokan vaksin ke program COVAX global pada Senin (17/5).

Beberapa sumber menyatakan bahwa upaya vaksinasi di India akan diprioritaskan karena kasus menembus angka 25 juta dan kematian terus bertambah, bahkan mencapai rekor tertinggi.

"Kami tidak harus menyampaikan secara resmi ke semua negara karena kami tidak wajib melakukannya," kata salah satu sumber pemerintah India, seperti dikutip Reuters.

"Itu dibahas secara internal dan beberapa negara diminta untuk tidak mengharapkan komitmen ekspor mengingat situasi India saat ini."

Dua sumber lainnya mengatakan waktu yang tepat untuk melanjutkan ekspor dapat berubah, tergantung seberapa cepat India mampu mengendalikan gelombang kedua pandemi ini.

[Gambas:Video CNN]

Juru bicara aliansi vaksinasi GAVI mengatakan bahwa fokus saat ini adalah memasok vaksin ke India.

"Saat India menghadapi gelombang pandemi yang benar-benar mengerikan. Produksi vaksin India, termasuk 140 juta dosis vaksin yang awalnya ditujukan untuk COVAX, akan dipakai untuk warganya sendiri," katanya melalui email.

"Kami menawarkan dukungan penuh kepada pemerintah India dalam upaya mereka untuk mengendalikan virus dan siap membantu dengan cara apa pun yang kami bisa."

(isa/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK