Lonjakan Kasus dan Cerita WNI soal Penanganan Covid Singapura

CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 20:06 WIB
WNI di Singapura, Arfi Bambani berpendapat penanganan Covid pemerintah setempat bisa jadi contoh bagi Indonesia, terutama kota besar seperti Jakarta. Singapura. (CNN Indonesia/Ranny Virginia Utami)
Jakarta, CNN Indonesia --

Singapura sempat sukses membendung penyebaran virus corona. Namun negara itu kini menghadapi ancaman wabah ketika terjadi lonjakan penyebaran lokal Covid-19 dan mutasi baru.

Pemerintah Singapura pun langsung memutuskan kembali memperketat pembatasan guna mengekang penyebaran Covid.

Langkah cepat ini yang menjadikan Singapura berhasil menahan penularan corona di awal kemunculan sehingga negara itu dinilai menjadi tempat terbaik selama pandemi virus corona.


Meski kasus Covid-19 di Singapura meningkat, jumlah itu masih tergolong ringan dibanding kasus di negara maju lainnya.

Hingga kini total kasus Covid-19 di Singapura tercatat 61.585 infeksi dengan 31 kematian. Sementara angka kesembuhan mencapai 61.104 orang

Salah satu warga Indonesia di Singapura, Arfi Bambani menilai cara pemerintah setempat menangani pandemi bisa menjadi contoh bagi Indonesia, khususnya kota-kota besar seperti Jakarta.

Dia menilai penanganan Covid-19 di Singapura sangat baik. Dari mulai contact tracing hingga pengawasan aturan pembatasan baru.

"Strategi persuasif yang bagus, kemudian pemerintah menegakkan hukum tanpa pandang bulu, dan mereka menunjukkan keteladanan itu," kata Arfi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (17/5) malam.

Misalnya, kata Arfi, para menteri Singapura, tak segan meminta maaf kala akan melepas masker saat konferensi pers berlangsung. Hal itu dilakukan agar suaranya terdengar jernih dan jelas.Tindakan itu menunjukkan konsistensi pejabat dengan aturan yang telah dibuat.

Pemberdayaan korban PHK

Selain itu pemerintah Singapura juga mengulurkan tangannya bagi yang terkena dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Mereka bisa mengklaim tunjangan dari pemerintah dengan catatan ada bukti bahwa dia telah dipecat.

Di Singapura warga yang menjadi korban PHK juga direkrut untuk menjadi 'ambassador' di pusat makanan atau perbelanjaan.

Ambassador tersebut, kata Arfi, bertugas untuk mengingatkan orang memakai masker, menghitung jumlah orang yang masuk ke tempat-tempat umum sesuai kuota aturan pemerintah.

"Jadi tetap balance (seimbang) gitu. Jadi ada lapangan pekerja baru," ujarnya.

Para ambassador itu juga mendapat gaji dari pemerintah Singapura. Hal lain yang menjadi nilai plus di mata Arfi yakni soal contact.

Pria asal Padang itu melihat Singapura pernah meneliti secara berkala buangan air yang telah dipakai penghuni asrama untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya virus corona. Kemudian di salah satu asrama, ditemukan air yang mengandung Covid-19.

"Lalu pemerintah memerintahkan seluruh orang yang tinggal di situ diisolasi selama dua minggu dan dua kali menjalani tes Covid-19," ucap Arfi.

Pemerintah melakukan testing betul-betul bagi orang yang terkena Covid-19, bukan untuk perjalanan atau bahkan dikomersilkan, sebagaimana di Indonesia

"Di Indonesia saya yakin ya, tes Covid-19 ini lebih banyak dilakukan (karena) orang berpergian, pejabat rutin tes Covid."

Padahal, sambung Arfi, tes diutamakan untuk contact tracing, tujuannya agar melokalisir kasus corona demi menekan laju penyebaran.

Untuk membantu contact tracing pemerintah Singapura memiliki dua aplikasi. Pertama SafeEntry, aplikasi itu bekerja dengan pemindaian data. Pengguna harus memasukkan data tiap memasuki gedung.

Mulai kemarin, Senin (16/5) semua data Safe entry terintegrasi dengan sistem aplikasi TraceTogether.

"Jadi ke mana-mana saya harus menggunakan apkilasi TraceTogether untuk bisa masuk ke sebuah gedung atau pergi ke suatu tempat," kata Arfi.

TraceTogether terkoneksi dengan bluetooth. Jadi saat berada di tempat umum, secara otomatis aplikasi itu membaca jumlah orang yang sedang menggunakannya.

Bahkan, bila ada yang diduga sakit atau mengalami gejala-gejala Covid-19, aplikasi itu akan berbunyi.

(isa/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK