Aung San Suu Kyi Dikabarkan Bakal Muncul di Pengadilan

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 23/05/2021 17:59 WIB
Pemimpin Junta Myanmar, Min Aung Hlaing mengatakan, Aung San Suu Kyi dalam keadaan sehat dan akan segera muncul dalam pengadilan. Pemimpin Junta Myanmar, Min Aung Hlaing mengatakan, Aung San Suu Kyi dalam keadaan sehat dan akan segera muncul dalam pengadilan. (REUTERS/POOL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin junta Myanmar, Min Aung Hlaing mengatakan, Aung San Suu Kyi dalam keadaan sehat dan akan muncul saat di pengadilan.

Min Aung Hlaing pun menyebut bahwa Aung San Suu Kyi saat ini tengah beristirahat di rumahnya.

"Daw Aung San Suu Kyi dalam keadaan sehat, dia ada di rumahnya dan akan diadili di pengadilan dalam beberapa hari ke depan," kata dia, dikutip dari Reuters.


Pernyataan Min Aung Hlaing tersebut disampaikannya kepada Phoenix Television, kantor berita Hong Kong pada 20 Mei 2021 lalu.

Kepada Phoenix Television, pemimpin junta Myanmar menegaskan bahwa ia dan pasukan tentara Myanmar telah berhasil merebut kekuasaan dari kecurangan dalam pemilihan yang dimenangkan oleh partai Suu Kyi pada bulan November tahun lalu.

Selain itu, ia dan tim bakal mengadakan pemilihan ulang dan mengubah sistem konstitusi Myanmar.

Sidang Suu Kyi sendiri dijadwalkan pada hari Senin, tepatnya 25 Mei 2021 di Kota Naypyidaw.

15 Ribu Warga Myanmar Kabur ke India

Jumlah penduduk Myanmar yang mengungsi ke perbatasan India sudah mencapai 15 ribu orang. Mereka menghindari bentrokan antara kelompok pro-demokrasi, milisi etnis, dengan tentara junta selepas kudeta.

Dilansir Reuters, Rabu (19/5), para pengungsi dari Myanmar terpaksa bermukim di negara bagian Mizoram, India, terutama di wilayah pegunungan.

"Jumlahnya terus bertambah setiap hari," kata Wakil Ketua Dewan Perencanaan Negara Bagian Mizoram, H. Rammawi.

Rammawi mengatakan, mulanya arus pengungsi dari Myanmar mencapai 1.800 orang pada April lalu. Namun, kini jumlahnya melejit hingga 15.400 orang.

Penduduk Mizoram sebagian warga Myanmar memang dikenal serumpun. Mereka juga memiliki kerabat yang tinggal di kedua negara itu.

Saat ini, dilaporkan ada sekitar 6.000 penduduk Myanmar yang mengungsi dan tinggal di lima distrik di Aizawl, Ibu Kota Mizoram.

Rammawi memperkirakan, jumlah pengungsi itu akan terus bertambah menghindari pertempuran antara milisi etnis dan oposisi dengan pasukan junta Myanmar yang terus terjadi di Negara Bagian Chin. Negara bagian Myanmar itu berbatasan langsung dengan Mizoram.

(din/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK