Covid-19, AS Desak Warga Tak Pergi ke Jepang Jelang Olimpiade

CNN Indonesia | Selasa, 25/05/2021 09:15 WIB
AS mendesak warga untuk tidak melakukan perjalanan ke Jepang karena gelombang baru penularan Covid-19 di negara tersebut menjelang Olimpiade Tokyo. Ilustrasi. (PublicDomainPictures/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat mendesak warga untuk tidak melakukan perjalanan ke Jepang karena gelombang baru penularan Covid-19 di negara tersebut menjelang Olimpiade Tokyo.

Meski tak menyebut langsung Olimpiade, AS merilis imbauan perjalanan itu ketika Jepang sedang kewalahan menangani pandemi hanya dua bulan menjelang gelaran akbar tersebut.

"Wisatawan harus menghindari semua perjalanan ke Jepang," demikian imbauan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) yang dikutip Reuters, Senin (24/5).


"Karena situasi saat ini di Jepang, bahkan pelancong yang telah divaksinasi tetap berisiko terkena dan menyebarkan varian corona dan harus menghindari semua perjalanan ke Jepang."

Sementara itu, Komite Olimpiade dan Paralimpiade AS mengaku sudah mengetahui imbauan perjalanan terbaru tersebut, terutama soal Jepang. Namun, mereka yakin pengaturan perjalanan untuk para atlet sudah sangat ketat.

"Kami merasa yakin bahwa praktik mitigasi saat ini yang diterapkan untuk para atlet dan staf dan Komite Penyelenggara Olimpiade Tokyo, ditambah dengan pemeriksaan sebelum perjalanan, pada saat kedatangan di Jepang, dan selama pertandingan berlangsung, akan mengantisipasi dan mengamankan tim atlet AS musim panas ini," bunyi pernyataan komite tersebut.

Seorang pejabat tinggi Olimpiade juga memastikan bahwa gelaran olahraga lima tahunan itu akan berlangsung sesuai rencana yakni pada 23 Juli meski pemerintah Jepang baru-baru ini menerapkan kembali status darurat corona.

Jepang memang sedang dilanda gelombang keempat pandemi Covid-19. Rumah sakit di salah satu kota terbesar di Jepang, Osaka, kewalahan menghadapi lonjakan pasien yang terinfeksi virus corona.

Osaka menyumbang sepertiga dari jumlah keseluruhan angka kematian akibat Covid-19 di Jepang.

Hingga Kamis lalu, 96 persen dari 348 tempat tidur di RS di Osaka telah digunakan untuk pasien Covid-19. Rumah sakit juga kekurangan ventilator untuk pasien Covid-19 yang sudah masuk kategori parah.

[Gambas:Video CNN]

Karena kekurangan tempat di rumah sakit ini, hanya 14 persen dari 13.770 pasien Covid-19 di Osaka yang dirawat di RS. Sebagian keluar dari RS dan berjuang sendiri.

Jepang, khususnya Osaka, sebenarnya termasuk daerah yang aman dari lonjakan Covid-19 ketimbang kawasan lain.

Namun, Osaka baru-baru ini dihantam gelombang keempat Covid-19 dengan laporan 3.849 kasus dalam seminggu hingga Kamis (20/5). Jumlah itu naik lima kali lipat dalam periode yang sama pada tiga bulan lalu.

Para tenaga medis pun mendesak agar penyelenggaraan Olimpiade Tokyo pada 23 Juli-8 Agustus mendatang dibatalkan.

(rds/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK