Istri Tampar Pelayan Toko, Dubes Belgia di Korsel Dipulangkan

CNN Indonesia | Selasa, 01/06/2021 02:38 WIB
Belgia akan memulangkan duta besar di Korea Selatan, akibat istri sang diplomat tersangkut kasus penganiayaan. Ilustrasi. (Istockphoto/funky-data)
Jakarta, CNN Indonesia --

Belgia akan memulangkan duta besar di Korea Selatan, selepas istri sang diplomat tersangkut kasus penganiayaan terhadap dua pelayan toko di Seoul hingga memicu kemarahan publik.

Menteri Luar Negeri Belgia, Sophi Wilmes, memutuskan untuk mengakhiri masa jabatan Duta Besar Belgia untuk Korea Selatan, Peter Leschouhier, pada Juni.

"Situasi sekarang tidak mendukung dia untuk menjalankan perannya dengan tenang," kata kedutaan, Senin (31/5), mengutip Associated Press.


Kedutaan Belgia tak menyebut secara spesifik tanggal kapan jabatan Leschouhier berakhir atau penggantinya. Dia menjalani tugas di Korea Selatan selama tiga tahun.

Pemerintah Belgia juga mencabut hak imunitas diplomatik istri Leschouhier, Xiang Xuaeqies, selama menjalani investigasi oleh Kepolisian Korea Selatan, demikian menurut pernyataan kantor kedutaan Belgia melalui akun Facebook.

Menurut Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Chung Eui-yong, hak pencabutan kekebalan diplomatik Xiang hanya sebagian, dan istri sang diplomat itu tetap tidak bisa disentuh oleh pengadilan atau hukum pidana.

Leschouhier sudah menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan istrinya.

"Mungkin alasan dia marah cara dia diperlakukan di toko itu, tetapi tindakan kekerasan fisik sama sekali tak bisa diterima," katanya dalam sebuah video di Instagram.

Kedutaan Besar Belgia di Seoul menyatakan Xiang sudah bertemu secara pribadi dengan dua pelayan toko itu dan meminta maaf.

Berdasarkan laporan media Korea Selatan, Xiang marah saat seorang pelayan toko menanyakan jaket yang ia pakai.

Pegawai toko itu menuding Xiang mencuri jaket yang dipajang. Tak terima, Xiang kemudian mendorong dan menampar pekerja itu di wajah serta memukul kepala pelayan.

Insiden itu memicu kemarahan publik Korea Selatan. Selain itu, peristiwa tersebut mendorong penduduk setempat untuk menandatangani petisi yang mendesak supaya Xiang diusir dari Korea Selatan.

Diketahui, Korea Selatan salah satu negara yang menandatangani Kesepakatan Wina, yang memberikan perlindungan kepada diplomat dan keluarganya dari tuntutan pidana. Kendati demikian hak imunitas dapat dicabut secara sukarela.

(ans/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK