Hindari Dakwaan, Istri Dubes Belgia di Korsel Minta Imunitas

CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 03:37 WIB
Istri dubes Belgia untuk Korsel berencana menggunakan kekebalan diplomatiknya untuk menghindari tuduhan kriminal atas dugaan penyiksaan terhadap dua staf butik. Ilustrasi. (Istockphoto/simpson33)
Jakarta, CNN Indonesia --

Istri duta besar Belgia untuk Korea Selatan berencana menggunakan kekebalan diplomatiknya untuk menghindari tuduhan kriminal atas dugaan penyiksaan terhadap dua staf butik.

Melalui pernyataan, Kedutaan Besar Belgia di Seoul "telah menyatakan akan mempertahankan hak kekebalan bagi istri Duta Besar Peter Lescouhier."

Sementara itu, Lescouhier mengatakan dia "sangat menyesali insiden yang melibatkan istrinya" itu. Ia menuturkan "ingin menyatakan permintaan maaf" atas istrinya.


Kepolisian Seoul dilaporkan telah memeriksa istri Lescouhier awal Mei lalu. Menurut laporan pengaduan, insiden bermula ketika istri Lescouhier tengah mencoba sejumlah pakaian di sebuah butik di kawasan elite Seoul.

Sesaat setelah keluar dari ruang ganti, istri Lescouhier kemudian langsung bergegas meninggalkan butik hingga memicu seorang asisten toko mengejarnya.

Seperti dilansir AFP, rekaman CCTV menunjukkan istri Lescouhier menarik lengan salah satu karyawan butik yang mengejarnya dan memukul kepalanya. Ia juga kedapatan menampar karyawan butik lainnya yang mencoba menahannya.

Rekaman CCTV itu disebarkan oleh pihak korban dan diberitakan secara luas di media lokal Korsel. Kedutaan Besar Belgia lantas mengeluarkan permintaan maaf resmi melalui unggahan di Facebook kedutaan.

Namun, permintaan maaf itu memperkeruh keadaan setelah terjemahan bahasa Korea dari pernyataan kedubes Belgia itu terdengar berpihak istri dubes.

Kemarahan publik semakin menjadi setelah Kedubes Belgia menyatakan bahwa istri Lescouhier akan menggunakan kekebalan diplomatik dalam menghadapi gugatan para korban.

Unggahan permintaan maaf Kedubes Belgia di Facebook pun semakin dihujani ribuan komentar negatif dari netizen.

"Saya mengerti diplomat diberi kekebalan hukum, tetapi mengapa keluarga mereka juga diberikan hak seperti itu?" tanya salah satu pengguna Naver, portal internet terbesar Negeri Ginseng.

"Insiden ini seharusnya tidak berlalu tanpa konsekuensi," kata warganet Korsel lainnya.

(rds/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK