Kesaksian TKI Jelang Lockdown Kedua di Malaysia

CNN Indonesia | Senin, 31/05/2021 21:38 WIB
TKI berbagi pengalaman menjelang lockdown kedua di Malaysia akibat lonjakan kasus infeksi corona. Ilustrasi lockdown pandemi Covid-19 di Malaysia. (AP/Vincent Thian)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia menceritakan kondisi sehari menjelang penguncian wilayah (lockdown) selama dua pekan di Negeri Jiran yang mulai berlaku Selasa (1/6) besok.

Khoiruddin mengatakan kondisi malam ini di Malaysia tampak mencekam, mengingat hari ini terakhir sebelum penguncian wilayah total diterapkan.

"Kondisi hari ini memang agak mencekam ya. Karena bila dikasih tahu sama kerajaan ada lockdown saja meaning-nya sudah terpikir zaman dulu, itu sampai enggak bisa kemana-mana. Makan pun susah," kata Khoirudin saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (31/5).


Jalan-jalan di Negeri Jiran juga padat oleh kendaraan. Kata Kahiruddin, hal itu mungkin karena banyak orang keluar untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari sebelum lockdown.

Warga Malaysia, lanjutnya banyak yang melakukan persiapan untuk lockdown dengan membeli bahan makanan. Hal itu ditempuh agar jika penguncian itu tiba, makanan dan kebutuhan lain telah tersedia.

"Iya (ada panic buying). Tapi sudah ada pengalaman jadi paniknya sudah 50 persen. Kalau dulu 100 persen panik," tambahnya.

Sebelumnya Malaysia pernah melakukan penguncian wilayah total pada Maret 2020. Menurut Khoiruddin, lockdown kala itu lebih ketat. Sebab, semua sektor tak boleh beroperasi dan orang tak diizinkan untuk keluar. Jika pun ada yang ketahuan keluar polisi Malaysia akan menangkapnya.

Penguncian wilayah kali ini, ada kelonggaran. Setiap rumah hanya dua orang yang diizinkan keluar untuk melakukan hal-hak yang esensial. Mereka hanya boleh bepergian dalam radius 10 kilometer dari tempat tinggal masing-masing.

"Kalau saya prediksi mungkin masih ada beberapa aktivitas yang masih bisa berjalan karena ada sektor tertentu yang masih bisa beroperasi, dan SOP-nya pun enggak seketat dulu, masih longgar sedikit," ujar Khoirudin.

Sejumlah sektor yang esensial juga masih beroperasi. Utamanya pabrik yang memproduksi makanan dan obat-obatan.

Selaku ketua majelis pelayanan sosial dan kesejahteraan umat dari Pimpinan Cabang Ikatan Muhammadiyah (PCIM) Malaysia, Khaeruddin, mengaku telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI di Malaysia untuk memberi bantuan bagi warga Indonesia yang memerlukan selama lockdown berlangsung.

Berkaca dari tahun lalu, para WNI di Malaysia mendapat bantuan dari Dubes dan berbagai organisasi berupa makanan dan sembako. Bantuan itu seperti beras, sarden, mie instan dan minyak goreng.

"Mungkin yang sekarang bisa dibentukkan (wujudkan) yang lain atau bagaimana itu bergantung setelah ada musyawarah."

Ia berharap akan ada bantuan dari Kedutaan Besar RI di Malaysia sehingga meringankan para TKI yang ada di negara tersebut.

Menurut data John Hopkins University, hingga kini kasus Covid-19 di Malaysia mencapai 566 ribu dengan angka kematian sebanyak 2.729.

(isa/ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK