Jurnalis Asing Peliput Olimpiade Tokyo Akan Diawasi Pakai GPS

CNN Indonesia | Rabu, 09/06/2021 11:41 WIB
Jurnalis asing peliput Olimpiade akan diawasi menggunakan GPS, memastikan mereka tak keluar dari kawasan yang ditentukan demi menghindari penularan Covid-19. Ilustrasi. (AP/Eugene Hoshiko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jurnalis asing peliput gelaran Olimpiade Tokyo akan diawasi menggunakan GPS untuk memastikan mereka tak keluar dari kawasan yang sudah ditentukan demi menghindari penularan Covid-19.

CEO komite penyelenggara Olimpiade Tokyo, Toshiro Muto, mengatakan bahwa teknologi GPS ini akan memudahkan pihak berwenang untuk mengawasi pergerakan sekitar 6.000 jurnalis asing yang diperkirakan akan meliput.

"Menggunakan GPS. Jika mereka pergi ke tempat di luar yang sudah direncanakan, akan sangat terlihat. Jika mereka pergi ke tempat yang tak seharusnya, kami sangat khawatir akan meningkatkan risiko [Covid-19]," ujar Muto seperti dikutip AFP, Selasa (8/6).


Meski demikian, sampai saat ini belum ada detail mengenai pemantauan dengan GPS itu. Muto memastikan pihaknya akan merilis panduan mengenai GPS itu dalam waktu dekat.

Muto juga mengatakan bahwa jurnalis akan diminta untuk menginap di hotel-hotel yang sudah ditunjuk.

Hotel-hotel yang ditunjuk penyelenggara juga dikurangi dari 350 menjadi sekitar 150 agar mereka dapat lebih memantau pergerakan para tamu Olimpiade.

"Mengingat situasi pandemi ini, saya rasa pembatasan ini bisa dimaklumi," ucap Muto.

Selain jurnalis asing, pergerakan para atlet peserta Olimpiade juga akan dipantau ketat. Mereka juga diwajibkan menjalani tes Covid-19 setiap hari.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, penyelenggara melarang penggemar dari luar negeri untuk menghadiri gelaran olahraga bergengsi tersebut.

Sampai saat ini, penyelenggara belum mengumumkan benar-benar akan menutup pintu bagi penonton dalam negeri atau tidak. Namun, jika akan menerima penonton, penyelenggara juga memastikan jumlahnya sangat terbatas.

Penyelenggaraan Olimpiade 2020 ini sendiri menuai kontroversi di Jepang. Sebagian besar warga menolak penyelenggaraan Olimpiade karena dianggap dapat memperparah situasi pandemi Covid-19 di Negeri Sakura.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK