AS Disebut Akan Donasi 500 Juta Vaksin Pfizer untuk Dunia

CNN Indonesia | Kamis, 10/06/2021 07:47 WIB
Amerika Serikat dilaporkan akan mendonasikan 500 juta dosis vaksin Covid-19 produksi Pfizer/BioNtech untuk lebih dari 100 negara di dunia. Ilustrasi vaksin Pfizer. (AFP/Justin Tallis)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat dilaporkan akan mendonasikan 500 juta dosis vaksin Covid-19 produksi Pfizer/BioNtech untuk lebih dari 100 negara di dunia.

Tiga sumber mengatakan kepada Reuters bahwa donasi ini akan disalurkan melalui program vaksin Covid-19 di bawah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Covax.

Menurut sumber-sumber itu, donasi tersebut akan terbagi menjadi dua tahap. Pertama, AS akan mendistribusikan 200 juta dosis tahun ini.


Setelah itu, AS akan mendonasikan 300 juta dosis vaksin Pfizer ke 92 negara berpendapatan rendah dan Uni Afrika pada paruh awal 2022.

Berdasarkan keterangan sumber itu, Presiden Joe Biden akan mengumumkan skema donasi vaksin Pfizer ini di sela rapat G7 di Inggris pada hari ini, Kamis (10/6) waktu setempat.

Selain itu, CNBC juga melaporkan bahwa AS sedang membahas pembelian sejumlah dosis vaksin Covid-19 dari Moderna untuk disumbangkan ke negara lain.

Juru bicara Moderna mengatakan bahwa pihaknya tertarik dengan kemungkinan pembelian vaksin dari mereka untuk didonasikan ke negara berpendapatan rendah.

Biden sendiri sudah menyatakan bahwa ia akan mengumumkan program donasi vaksin Covid-19, tapi belum ada penjelasan lebih lanjut.

[Gambas:Video CNN]

AS memang sedang menjadi perhatian karena sudah memvaksinasi sekitar 64 persen populasi dewasa di negaranya, sementara negara-negara lain, seperti Brasil dan India, masih kesulitan mendapatkan vaksin.

Biden pun mengucurkan dana US$4 miliar atau setara sekitar Rp57 triliun untuk program Covax yang digagas oleh WHO.

Meski sejumlah pihak menganggap keputusan Biden ini sebagai respons atas diplomasi vaksin China dan Rusia, kalangan pemerhati tetap mengapresiasi AS.

"Tindakan [Biden] ini mengirimkan pesan luar biasa mengenai komitmen Amerika untuk membantu dunia melawan pandemi ini," ujar Tom Hart, kepala eksekutif lembaga swadaya masyarakat bidang kemiskinan dan pencegahan penyakit, The ONE Campaign.

(has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK