China Undang Warga Taiwan Datang untuk Vaksinasi Covid-19

CNN Indonesia | Jumat, 11/06/2021 18:12 WIB
Pemerintah China mempersilakan warga Taiwan datang ke wilayahnya untuk mengikuti vaksinasi Covid-19, satu langkah yang dianggap politis. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah China mempersilakan warga Taiwan datang ke wilayahnya untuk mengikuti vaksinasi Covid-19, satu langkah yang dianggap politis.

Kantor Urusan Taiwan China menyatakan warga Taiwan bisa datang ke China untuk divaksin Covid-19 dengan catatan mereka benar-benar mematuhi aturan pengendalian pandemi China.

Beijing juga meminta Taiwan untuk tak menghalangi dan memberi izin warganya yang ingin menerima vaksin China yang dinilai "sangat efektif."


Namun, sebagaimana dilansir Reuters, warga Taiwan tampak tak menghiraukan tawaran China. Sebuah jajak pendapat dari Universitas NasionalCheng Chi Taipei menunjukkan kebanyakan penduduk tak mau disuntik vaksin dari China.

Seorang pejabat keamanan Taiwan mengatakan bahwa tawaran itu adalah contoh lain dari kampanye Beijing untuk memengaruhi opini publik.

"Ini bisa menarik bagi sebagian orang, tetapi masalahnya tidak banyak orang yang mampu membayar biayanya," kata pejabat itu.

Perjalanan dari Taiwan ke China membutuhkan banyak biaya. Selain itu, ada aturan karantina berminggu-minggu bagi orang yang melewati perbatasan.

Sejauh ini, sekitar 62 ribu orang Taiwan telah divaksinasi di China hingga 31 Mei lalu, terutama warga yang bekerja di sana.

Sejumlah pengamat menganggap tawaran China ini merupakan salah satu cara agar Taiwan mau menerima vaksin dari negaranya.

Belakangan, China kerap menawarkan vaksin Covid-19 kepada Taiwan. Namun, Taiwan selalu menolak karena curiga China tak tulus.

Taipei menganggap Beijing mencoba membatasi akses mereka ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait penanganan gelombang baru pandemi.

[Gambas:Video CNN]

Taiwan lebih memilih untuk menerima donasi 750 ribu dosis vaksin Covid-19 dari Amerika Serikat dan 1,24 juta lainnya dari Jepang.

Sementara itu, Beijing menganggap Taipei berusaha mempolitisasi pandemi corona demi keuntungan politik.

Selama ini, China menganggap Taiwan masih merupakan wilayah kedaulatannya. China menganggap Taiwan di bawah pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen sebagai wilayah pemberontak karena terus mencari cara untuk merdeka.

(isa/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK