Penabrak Satu Keluarga Muslim Kanada Didakwa Pasal Terorisme

CNN Indonesia | Selasa, 15/06/2021 04:53 WIB
Aksi terorisme menambah daftar dakwaan terhadap penabrak satu keluarga muslim hingga tewas di Kanada, Nathaniel Veltman. Aksi terorisme menambah daftar dakwaan terhadap penabrak satu keluarga muslim hingga tewas di Kanada, Nathaniel Veltman. (Reuters/Carlos Osorio).
Jakarta, CNN Indonesia --

Penabrak satu keluarga muslim hingga tewas di Kanada, Nathaniel Veltman, dijerat dakwaan aksi terorisme pada sidang yang digelar Senin (14/6), waktu setempat.

Sebelumnya, Veltman dijerat pasal pembunuhan berencana dan percobaan pembunuhan.

Veltman ditahan usai menabrak satu keluarga muslim yang terdiri dari lima orang di Kota London, Ontario. Karena serangan itu, empat anggota keluarga meninggal dunia dan satu orang anak laki-laki berusia 9 tahun luka-luka.


Polisi menyebut Veltman mengenakan baju pelindung dan helm saat melakukan aksinya. Polisi juga memastikan motif Veltman adalah kebencian karena keluarga tersebut merupakan muslim.

Sidang Veltman dilakukan secara virtual dan tertutup. Dalam pernyataan kepolisian, jaksa wilayah dan federal setuju untuk mengenakan dakwaan terorisme atas pembunuhan Salman Afzaal, istrinya, seorang anak perempuannya, dan ibunya, serta percobaan pembunuhan terhadap anak laki-laki keluarga tersebut.

Wakil Perdana Menteri Kanada Chrystia Freeland menyambut dakwaan baru terhadap Veltman itu. "Sangat penting bagi kita untuk menyebutnya sebagai tindakan teror dan penting juga bagi kita untuk mengidentifikasi ancaman mengerikan yang ditimbulkan oleh supremasi kulit putih terhadap negara dan warga Kanada," ujar Freeland seperti dikutip dari Reuters, Selasa (15/6).

Selanjutnya, sidang Veltman akan digelar pada 21 Juni 2021 mendatang.

Insiden ini terjadi sekitar pukul 20.40 waktu setempat pada 6 Juni lalu. Saat itu, lima orang dari satu keluarga muslim sedang berjalan bersama di satu ruas jalan.

Saat kelimanya menunggu waktu untuk menyeberang, tiba-tiba truk hitam yang dikemudikan Veltman menabrak mereka.

Tabrakan terencana ini disebut-sebut membangkitkan trauma komunitas Muslim di Kanada yang menjadi target berbagai serangan dalam beberapa tahun belakangan.

Sebagai pengingat, pada Januari 2017, terjadi penembakan massal di masjid Quebec City dan menewaskan enam orang. Setahun kemudian, satu mobil menabrak pejalan kaki di Toronto dan menewaskan sepuluh orang.

(Reuters/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK