Vaksin Novavax Klaim 93 Persen Efektif Lawan Covid-19

CNN Indonesia | Selasa, 15/06/2021 11:46 WIB
Perusahaan bioteknologi Novavax Inc. mengatakan vaksin buatannya 93 persen efektif menangkal penularan virus corona. Ilustrasi vaksin Covid-19. (AP/Lewis Joly)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan bioteknologi Novavax Inc. mengatakan vaksin buatannya 93 persen efektif menangkal penularan virus corona.

Efikasi vaksin itu didapat dari uji klinis besar yang dilakukan perusahaan di Amerika Serikat dan Meksiko yang melibatkan hampir 30 ribu sukarelawan.

Novavax menuturkan vaksinnya yang berbasis protein itu efektif melawan varian virus corona dominan yang lebih mudah menular.

Kepala Peneliti Novavax, Dr. Gregory Glenn, mengatakan vaksin turut diuji coba pada pasien penderita varian Covid-19 Alpha yang pertama kali terdeteksi di Inggris hingga varian lainnya yang teridentifikasi di Brasil, Afrika Selatan, dan India.


Glenn menuturkan vaksinnya itu 91 persen efektif di antara sukarelawan yang berisiko tinggi terkena infeksi parah Covid-19. Ia menuturkan Novavax bahkan 100 persen efektif mencegah penularan corona sedang hingga berat.

Glenn juga menyatakan vaksin tersebut 70 persen efektif melawan varian virus yang tidak dapat diidentifikasi vaksinnya.


"Secara praktis, sangat penting bahwa vaksin dapat melindungi diri dari virus yang berkeliaran secara liar terutama (virus) varian baru," kata Glenn seperti dikutip Reuters.

Novavax mengungkapkan vaksin buatannya secara umum dapat diterima dengan baik oleh para sukarelawan.

Sejauh ini, efek samping yang tercatat dari vaksin adalah sakit kepala, kelelahan, hingga nyeri otot yang pada umumnya ringan.



Namun, beberapa sukarelawan mengaku mengalami efek samping tersebut cukup parah.

Dengan hasil uji klinis baru ini, Novavax menegaskan perusahaannya berupaya memproduksi 100 juta dosis vaksin setiap bulan hingga kuartal ketiga 2021.

Pada kuartal keempat 2021, Novavax berencana menambah produksi vaksin hingga menjadi 150 juta dosis per bulan.

Pemimpin eksekutif Novavax, Stanley Erck, menuturkan perusahaannya tengah mengajukan kemitraan dengan produsen vaksin besar Institute of India (SII) untuk memperluas kapasitas produksi.

Novavax juga tengah mengajukan izin penggunaan darurat di Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya.

(rds/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK