Kim Jong-un Akui Situasi Pangan Korut Sulit karena Bencana

CNN Indonesia | Kamis, 17/06/2021 02:00 WIB
Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, mengakui situasi pangan di negaranya kian sulit akibat pandemi Covid-19 dan topan yang melanda tahun lalu. Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, mengakui situasi pangan di negaranya kian sulit akibat pandemi Covid-19 dan topan yang melanda tahun lalu. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, mengakui situasi pangan di negaranya kian sulit akibat pandemi Covid-19 dan topan yang melanda tahun lalu.

"Situasi pangan rakyat semakin sulit karena sektor agrikultur gagal memenuhi rencana produksi gandum, dampak kerusakan akibat topan tahun lalu," ujar Kim dalam rapat dengan komite pusat Partai Buruh, seperti dikutip kantor media pemerintah Korut, KCNA, Selasa (15/6).

Kim pun berjanji akan mengerahkan segala upaya di bidang pertanian tahun ini. Ia juga akan membicarakan berbagai cara untuk menangani dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor pangan.


Sang pemimpin tertinggi juga memerintahkan jajaran pemerintahannya untuk mempelajari langkah-langkah antisipasi guna meminimalkan dampak bencana, berkaca dari yang terjadi tahun lalu.

Lebih jauh, Kim menyatakan bahwa pandemi Covid-19 membuat pemerintah harus meningkatkan upaya dalam memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan bagi rakyat Korut.

Di samping itu, Kim mengklaim bahwa secara keseluruhan, perekonomian Korut meningkat dalam paruh pertama 2021 dengan total hasil industri meningkat 25 persen dari tahun lalu.

Di akhir rapatnya dengan komite pusat Partai Pekerja, Kim menegaskan bahwa pemerintah harus berupaya sekeras mungkin untuk memenuhi target rencana perekonomian lima tahun yang sudah dirancang.

[Gambas:Video CNN]

Dalam beberapa waktu belakangan, perekonomian di Korut memang dilaporkan terpukul akibat pandemi Covid-19.

Hingga kini, Korut sendiri mengaku tak ada kasus Covid-19 di negaranya, klaim yang diragukan oleh Korea Selatan.

Meski mengklaim tak ada kasus Covid-19, Korut mengakui bahwa perekonomian negaranya terpukul akibat penutupan akses selama pandemi.

(has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK