AS Kembali Beli 200 Juta Dosis Vaksin Moderna

CNN Indonesia | Kamis, 17/06/2021 04:37 WIB
Pemerintah AS membeli 200 juta dosis tambahan vaksin covid-19 Moderna untuk warganya. Pemerintah AS membeli 200 juta dosis tambahan vaksin covid-19 Moderna untuk warganya. Ilustrasi. (AFP/JOEL SAGET).
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat (AS) sepakat untuk kembali membeli lebih dari 200 juta dosis vaksin Covid-19 Moderna. Hal itu diungkapkan perusahaan bioteknologi itu pada Rabu (16/6).

Pemesanan itu membuat AS telah mengamankan 500 juta dosis vaksin tersebut. Sejauh ini, Moderna memasok 217 juta dosis di mana 110 juta di antaranya akan dikirimkan pada akhir tahun ini dan 90 juta pada kuartal pertama 2022.

"Kami menghargai kerjasama dengan pemerintah AS untuk dosis tambahan vaksin covid-19 Moderna ini, yang dapat digunakan untuk vaksinasi primer, termasuk anak-anak, atau mungkin sebagai pendorong jika diperlukan untuk terus mengalahkan pandemi," kata CEO Moderna Stephane Bancel seperti dikutip dari AFP, Rabu (16/6).


Bancel mengungkapkan perusahaan fokus untuk menjadi proaktif saat virus berkembang dengan memanfaatkan fleksibilitas platform mRNA untuk mengantisipasi varian baru yang muncul.

Pada Selasa (15/6) lalu, AS mencatat jumlah kematian covid-18 melampaui 600 ribu orang. Namun, tingkat kasus baru saat berada pada titik terendah sejak pandemi dimulai musim semi lalu.

Penurunan jumlah kasus tak lepas dari kampanye vaksinasi yang. Sejauh ini, 65 persen orang dewasa telah mendapatkan suntikan dosis pertama.

Vaksinasi mencapai titik tertinggi pada April lalu dan telah menurun sejak itu. Hal itu membuat para ahli khawatir daerah yang kurang vaksinasi, terutama AS bagian selatan, dapat memicu datangnya gelombang baru.

Ancaman besar berikutnya kemungkinan datang dari varian Delta, yang pertama kali diidentifikasi di India dan saat ini dominan di Inggris. Varian itu telah mendorong peningkatan kasus baru dan membuat kebijakan pembukaan kembali ditunda.

Pihak berwenang Inggris melaporkan varian Delta 60 persen lebih mudah menular daripada Alpha, varian yang pertama kali diidentifikasi di Inggris.

Efektivitas vaksin untuk varian Delta sebanding dengan strain Alpha setelah dua dosis, tetapi tampaknya secara signifikan lebih rendah apabila baru mendapat satu dosis.

(afp/sfr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK