Pria Spanyol Divonis Bui karena Bunuh dan Makan Ibunya

CNN Indonesia | Kamis, 17/06/2021 10:29 WIB
Pengadilan Spanyol menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada terdakwa pria asal Ventas yang membunuh dan memakan ibunya sendiri. Ilustrasi terdakwa. (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengadilan Spanyol menjatuhkan vonis atas seorang pria asal Ventas yang menjadi terdakwa pembunuhan dan kanibalisme pada Selasa (15/6) lalu.

Pria yang kemudian dijuluki 'Kanibal dari Ventas' itu dijatuhi vonis 15 tahun penjara dan lima bulan karena terbukti bersalah membunuh dan memakan ibunya sendiri.

Seperti dilansir AFP, pengadilan Spanyol memvonis 15 tahun penjara bagi pria itu karena pembunuhan, dan lima bulan penjara karena tindakan kanibalisme yakni memotong mayat dan memakannya.


Pengadilan juga memerintahkan pria itu untuk membayar 60.000 euro (sekitar Rp1,03 miliar) sebagai kompensasi kepada kakak laki-lakinya.

Dalam vonis hakim disebutkan pria itu memakan potongan daging ibunya setidaknya selama 15 hari, dan membagikannya juga sebagian ke anjing peliharaannya.

Peristiwa kriminal itu terjadi pada awal 2019 tahun, di mana terdakwa membunuh ibunya yang berusia 69 tahun di apartemen mereka di Ventas, tak jauh dari arena pertarungan banteng Madrid.

Dalam dakwaan, dijelaskan, setelah membunuh ibunya, pria itu menyeret jasad sang lansia ke kamar mandi. Ia lalu menggunakan sebuah gergaji dan dua pisau dapur untuk memotong serta mengambil daging yang kemudian dimakannya.

"Dia mulai memakan sisa-sisa itu selama sekitar 15 hari, menyimpan bagian lain ke berbagai wadah plastik di sekitar rumah dan di lemari es," demikian tertulis dalam dakwaan sebelumnya.

Selain itu, beberapa bagian dari jasad yang telah terpotong itu dimasukkan ke dalam kantong plastik lain lalu dibuangnya ke tempat sampah.

Dalam kesaksiannya, seorang petugas polisi mengatakan tersangka mengaku telah memakan sebagian dari sisa-sisa tersebut secara mentah, sementara bagian lain telah ia masak atau berikan kepada anjing itu.

Kanibal dari Ventas itu ditangkap pada 23 Februari 2019 setelah polisi menyelidiki laporan soal kehilangan perempuan lansia tersebut.

(AFP/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK